Klaim Pernah Dipersulit, Kubu 02 Kini Disumbang Mbok Bakul

CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 01:55 WIB
Klaim Pernah Dipersulit, Kubu 02 Kini Disumbang Mbok Bakul Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, mengaku pihaknya pernah dipersulit dalam mendapat sumbangan kampanye. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku mendapat sumbangan dari 'wong cilik' demi mendanai kampanye terbuka yang berlangsung 24 Maret hingga 13 April 2019 mendatang.

Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso menyebut hal itu terungkap saat pemimpin partai koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga, ulama, dan beberapa relawan memberikan laporan dana sumbangan kepada Prabowo dalam pertemuan tertutup di kediamannya, Sabtu (23/3) malam.

Menurutnya, Prabowo langsung terharu kala ia tahu bahwa dana ini disumbang dari golongan masyarakat berpendapatan rendah. Nilai sumbangannya pun bervariasi, dari mulai Rp200 ribu hingga Rp750 ribu per orang.


"Masyarakat ini terlihat urunan satu-satu. Ada satu mbok-mbok bakul yang urunan Rp200 ribu, lalu ada juga yang Rp250 ribu. Ada juga sumbangan bagi Sandiaga sebesar Rp750 ribu. Ini jarang kami temui pada peristiwa pemilu, bahkan lima tahun sebelum ini," jelas Priyo ditemui di Kediaman Prabowo, Sabtu (23/3).

Ia melanjutkan urunan dana ini datang di saat yang tepat karena Prabowo mengaku tengah kekurangan dana untuk logistik kampanye. Meski memang, ia tak menyebut jumlah dana sumbangan 'wong cilik' yang terhimpun hingga saat ini.


Hanya saja, Prabowo dan BPN tak pernah mempermasalahkan jumlah dana tersebut. Mereka justru menangkap sinyal bahwa masyarakat memang ingin perubahan segera terjadi di Indonesia.

"Urunan masyarakat luas dari segi angka mungkin tidak seberapa. Yang kami lihat adalah semangat luar biasa. Urunan dana dari kalangan bawah ini fenomena alami, dan insyallah dana rakyat ini merupakan harga yang sangat mahal meski mereka hanya urunan sedikit-sedikit," jelas dia.

Sejatinya, sumbangan dana bagi keperluan kampanye dari publik bisa dihimpun melalui rekening bersama yang diluncurkan pada tahun lalu. Namun, ia mengaku sumbangan ini tak berjalan lancar lantaran ada beberapa pihak yang mencoba mempersulitnya.

Tetapi, ia memilih untuk tidak berpolemik ihwal hal tersebut. Sehingga, ia enggan menyebut, siapa oknum yang mempersulit Prabowo dalam menghimpun sumbangan kampanye.

"Di kalangan tertentu ada yang menyumbang, tapi ini dipersulit. Keran sumbangan kami agak ditutup ke sana kemari. Ini kenyataan yang tidak mungkin kami umumkan karena sangat menyedihkan," pungkas dia.

Sebelumnya, Prabowo mengaku kekurangan dana dalam Pilpres 2019. Ia pun meminta para relawan untuk ikut membantu meski sedikit.


"Kemudian tolong, terpaksa aku minta bantuan dari kalian semua karena kita kekurangan dana perjuangan. Kami minta kerelaan yang mau bantu Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu. Kami nanti akan umumkan rekeningnya," ujar Prabowo, kepada sekitar 3.000 relawan saat berpidato di acara Pembekalan Relawan Prabowo-Sandi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

[Gambas:Video CNN] (gal/arh)