Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso menyebut hal itu terungkap saat pemimpin partai koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga, ulama, dan beberapa relawan memberikan laporan dana sumbangan kepada Prabowo dalam pertemuan tertutup di kediamannya, Sabtu (23/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan urunan dana ini datang di saat yang tepat karena Prabowo mengaku tengah kekurangan dana untuk logistik kampanye. Meski memang, ia tak menyebut jumlah dana sumbangan 'wong cilik' yang terhimpun hingga saat ini.
"Urunan masyarakat luas dari segi angka mungkin tidak seberapa. Yang kami lihat adalah semangat luar biasa. Urunan dana dari kalangan bawah ini fenomena alami, dan insyallah dana rakyat ini merupakan harga yang sangat mahal meski mereka hanya urunan sedikit-sedikit," jelas dia.
Sejatinya, sumbangan dana bagi keperluan kampanye dari publik bisa dihimpun melalui rekening bersama yang diluncurkan pada tahun lalu. Namun, ia mengaku sumbangan ini tak berjalan lancar lantaran ada beberapa pihak yang mencoba mempersulitnya.
"Di kalangan tertentu ada yang menyumbang, tapi ini dipersulit. Keran sumbangan kami agak ditutup ke sana kemari. Ini kenyataan yang tidak mungkin kami umumkan karena sangat menyedihkan," pungkas dia.
Sebelumnya, Prabowo mengaku kekurangan dana dalam Pilpres 2019. Ia pun meminta para relawan untuk ikut membantu meski sedikit.
"Kemudian tolong, terpaksa aku minta bantuan dari kalian semua karena kita kekurangan dana perjuangan. Kami minta kerelaan yang mau bantu Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu. Kami nanti akan umumkan rekeningnya," ujar Prabowo, kepada sekitar 3.000 relawan saat berpidato di acara Pembekalan Relawan Prabowo-Sandi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).
[Gambas:Video CNN] (gal/arh)