"Mereka KPK lebih banyak punya fakta, kalau saya punya tujuh fakta di sini ada 11 atau berapa gitu mereka punya fakta sendiri karena masyarakat sudah lapor lebih dulu," kata Mahfud seusai menyambangi gedung Merah Putih KPK, Senin (25/3).
Menurut dia, informasi itu baik milik KPK maupun dirinya tinggal dicocokkan satu sama lain. Hanya saja, Mahfud enggan membeberkan informasi miliknya maupun KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne.
Namun, menurut Mahfud, banyak yang salah paham soal penjelasannya soal jual beli jabatan rektor UIN tersebut.
Mahfud menegaskan ia hanya mengungkap kasus di tiga kampus itu saja. Sementara masalah urusan dagang jabatan dibahas oleh pembicara-pembicara lainnya di ILC, dalam penentuan jabatan yang berujung pada operasi tangkap tangan eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi.
Ia juga menyerahkan sepenuhnya pengusutan dugaan pengisian jabatan di tiga UIN itu kepada KPK. Hal itu, kata dia, agar tidak terjadi kontroversi dan kegaduhan.
Lebih lanjut, Mahfud menyebut, kedatangannya ke KPK tidak membicarakan soal kasus tersebut. Kata dia, kedatangannya hanya untuk membicarakan soal pencegahan korupsi untuk memperkuat nasionalisme.
"Enggak juga, banyak hal yang kita bicarakan tadi, tentang menguatkan nasionalisme dengan pemberantasan korupsi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (ugo/sah)