BPN Persoalkan KPU Hanya Tempatkan Pemantau Asing di Jakarta

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 19:15 WIB
BPN Prabowo-Sandi menilai seharusnya pemantau pemilu dari luar negeri ditempatkan di daerah-daerah yang berpotensi akan bermasalah, bukan hanya di Jakarta. Ilustrasi BPN Prabowo-Sandi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Drajat Wibowo mempertanyakan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hanya menempatkan pemantau pemilu dari luar negeri di Jakarta saat hari pencoblosan pada 17 April mendatang.

Drajat merasa sikap KPU terkait hal ini sangat aneh. Menurutnya, pemantau pemilu dari pihak asing seharusnya ditempatkan di daerah-daerah, bukan hanya di Jakarta.

"Kenapa hanya di Jakarta? Sikap KPU ini aneh," kata Drajat saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (27/3).


Drajat mengatakan seharusnya pemantau pemilu dari luar negeri ini ditempatkan di daerah-daerah yang berpotensi akan bermasalah. Apalagi menurutnya BPN telah menyampaikan keanehan data pemilih sebanyak 17,5 juta yang ditemukan tak hanya di Jakarta.


Oleh karena itu, kata dia, jika KPU menginginkan pemilu berjalan baik maka sudah seharusnya pemantau dari luar negeri ini ditempatkan di daerah-daerah yang dilaporkan bermasalah.

"Jadi pemantau seharusnya ditempatkan di TPS yang sudah kami laporkan itu. Itu saja sudah ribuan TPS. Kalau hanya di Jakarta, KPU ini sebenarnya ingin pemilunya benar atau tidak, sih?" katanya.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya hanya akan menempatkan pemantau Pemilu 2019 dari luar negeri di TPS yang ada di Jakarta.


Arief menyampaikan hal itu dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia KPU pada hari pemungutan suara.

"Karena hari pemungutan suara kan pasti hari yang sangat sibuk bagi KPU. Jadi kita silakan lihat di TPS di sekitar wilayah Jakarta," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (26/3).

Dia mengatakan penempatan pemantau pemilu akan dibagi oleh KPU. Namun tak menutup kemungkinan jika lembaga bersangkutan mengajukan tempat pemantauan.

Nantinya di setiap TPS akan dikunjungi oleh sekitar 20 delegasi lembaga pemantau pemilu dari dalam dan luar negeri.


[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)