KPU Klaim Sejak Awal Tak Mau Hitung Suara di Hotel Borobudur

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 17:50 WIB
Komisioner KPU Viryan Aziz menegaskan penghitungan suara Pemilu 2019 dilakukan di kantor KPU dan bukan di Hotel Borobudur. Komisioner KPU Viryan Aziz. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz menyampaikan sejak awal pihaknya menginginkan penghitungan suara Pemilu 2019 di kantor KPU, bukan di Hotel Borobudur seperti yang ditudingkan Amien Rais.

Viryan menegaskan penghitungan suara Pemilu 2019 akan dilakukan di Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol Nomor 29, Jakarta Pusat.

"Pemilu 2014 di Kantor KPU. Kami sejak awal sudah merencanakan rekapitulasi nasional di kantor KPU," ujar Viryan saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (27/3).


Isu penghitungan suara akan dilakukan di Hotel Borobudur dikatakan oleh Amien Rais. Politikus senior PAN itu menolak penghitungan suara KPU dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta. Ia menyebut KPU terlalu sering melakukannya di tempat tersebut.
Amien menyindir di hotel itu tidak aman untuk penghitungan suara karena banyak hacker. Ia menyebutnya sebagai jin dan genderuwo.

"Selain DPT harus segera dibenahi, besok penghitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin banyak genderuwo di sana," tutur Amien saat ditemui di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta.

Viryan membantah pernyataan Amien Rais. Penghitungan suara tak dipindah, dan tetap dilakukan di Kantor KPU. Dia menyebut terakhir kali KPU melakukan penghitungan suara pemilu di Hotel Borobudur adalah pada Pemilu 2009.

Viryan juga menyebut tak pernah mendapat masalah atau gangguan genderuwo dan jin seperti yang disebut Amien. Terkait kekhawatiran Amien Rais soal peretas, Viryan menyampaikan tak ada hubungannya dengan hasil akhir pemilu.
KPU memiliki sistem informasi penghitungan suara (Situng) yang bisa diakses online. Namun Situng hanya merupakan hasil hitung cepat, bukan hasil final.

"Penghitungan itu bukanlah yang menjadi dasar, yang menjadi dasar adalah rekapitulasi berjenjang dari kantor kecamatan, nanti direkap lagi kantor KPU kabupaten/ kota, direkap lagi di kantor KPU provinsi, direkap lagi di KPU RI," ujarnya.

Sistem penghitungan suara berjenjang, ucap Viryan, bisa mengeliminasi kecurangan. Sebab di setiap jenjang telah disaksikan, diawasi, dan disetujui saksi dari seluruh peserta pemilu.
[Gambas:Video CNN] (dhf/ugo)