Golkar Tunggu KPK Terkait OTT Bowo Sidik Pangarso

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 11:38 WIB
Golkar Tunggu KPK Terkait OTT Bowo Sidik Pangarso Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono menyatakan pihaknya menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kabar terjeratnya anggota Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Sebelum ada keterangan resmi dari KPK, sambungnya, Golkar tak akan memberikan sikap resmi partai atas kasus tersebut.

"Kita tunggu pengumuman resmi dari KPK dulu," kata kata Dave kepada CNNIndonesia.com, Kamis (28/3).


Selain itu, Dave mengatakan partai selanjutnya akan mempelajari dulu sebelum bersikap setelah pengumuman KPK keluar.


Dave menyatakan hasil kajian internal itu sebagai dasar untuk menentukan sikap resmi Golkar apakah akan memberikan sanksi tegas bagi Bowo Sidik Pangarso.

"Jadi kita pelajari dulu, kasusnya seperti apa, baru bisa ambil keputusan dan tindakan," kata Dave.

Dave menegaskan Partai Golkar memiliki komitmen yang kuat untuk memberantas korupsi di Indonesia. Ia menyatakan partai berlambang pohon beringin itu tak akan menoleransi bila kadernya terjerat kasus korupsi.

"Akan tetapi Golkar terdepan dalam memberantas korupsi, dan tidak akan mentolerir kader-kadernya yang berprilaku koruptif," kata dia.

Serupa Dave, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menegaskan pihaknya menunggu penjelasan resmi karena tak ingin berspekulasi.

"Kami tidak mau berspekulasi terlalu jauh terkait peristiwa OTT KPK, dalam kasus apa dan bagaimana peristiwanya," kata Ace.

Ace turut menegaskan partainya tak akan pandang bulu untuk bersikap tegas apabila kadernya diketahui melakukan tindakan korupsi.

"Yang jelas kami akan bersikap tegas bagi siapapun kader yang melakukan korupsi," ujar dia.

Sebelumnya, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah orang di Jakarta semalam. Bowo diamankan KPK terkait dugaan suap distribusi pupuk pada Kamis dini hari WIB.

Tim lembaga antikorupsi lebih dahulu mencokok tujuh orang, antara lain direksi PT Pupuk Indonesia serta pihak PT Humpuss Intermoda Transportasi.

(rzr/kid)