Golkar Belum Mau Bicara Sanksi Kadernya yang Kena OTT KPK

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 13:36 WIB
Golkar Belum Mau Bicara Sanksi Kadernya yang Kena OTT KPK Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono0.
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo mengaku tetap berprasangka baik terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota Fraksi Partai Golkar DPR Bowo Sidik Pangarso oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua DPR itu menyatakan sejauh ini akan menunggu pernyataan resmi KPK untuk langkah selanjutnya, termasuk soal kemungkinan sanksi.

Ia menyatakan tetap menunggu keterangan resmi dari pihak KPK mengenai kejelasan penangkapan Bowo tersebut.

"Jadi kita berprasangka baik, kita menunggu kejelasan dari KPK dulu," kata politikus yang akrab disapa Bamsoet itu di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/3).


Lebih lanjut, Bamsoet menyatakan Bowo masih memiliki waktu sekitar 1X24 jam untuk diperiksa lebih lanjut sebelum ditentukan statusnya oleh KPK.

Ia pun menyatakan Golkar turut mendoakan agar kadernya itu tak menemui masalah berarti dalam menghadapi persoalan tersebut.

"Kami tentu saja dari Partai Golkar berdoa agar tidak ada masalah dengan sahabat kami itu, kita tunggu nanti pengumuman resminya dari KPK," kata dia.

Lebih jauh Bamsoet enggan menanggapi lebih jauh terkait Bowo ini. Terutama soal kemungkinan sanksi yang akan diberikan partainya. Ia menyarankan agar persoalan tersebut ditanyakan kepada fungsionaris Partai Golkar.

"Kalau soal sikap Partai Golkar jangan tanya saya," kata dia.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah orang di Jakarta, Rabu (27/3) malam. Satu di antaranya adalah anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik. Bowo dan pihak lainnya itu diciduk terkait dugaan suap distribusi pupuk.

KPK pun punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap. (rzr/osc)