"Tidak ada kaitannya dengan motif politik," kata Iqbal di Balai Kartini, Kamis (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal menuturkan bahwa pendataan dukungan masyarakat tersebut wajar dilakukan oleh pihaknya. Bahkan, dalam pengamanan pemilihan kepala desa pun, pendataan dukungan tersebut juga dilakukan.
Ia pun menyinggung soal telegram rahasia (TR) yang dikirimkan oleh Kapolri Jenderal Tito berisi imbauan kepada anggota polisi di seluruh wilayah untuk menjaga netralitas.
Dengan TR itu, sambung Iqbal, artinya polisi siap menindaktegas siapapun anggotanya yang terbukti ridak netral selama proses pemilu.
"Prinsipnya itu siapapun yang melakukan pelanggaran terhadap netralitas akan kami proses dan ada mekanismenya," tuturnya.
Kami punya data di beberapa daerah kalau polisi melakukan pendataan itu. Pendataan soal kekuatan paslon 01 dan paslon 02. Dukungan siapa dukung siapa. Kelompok ini dukung siapa," kata Haris saat dihubungi pada Selasa (26/3).
Haris masih enggan menjelaskan secara detail soal data tersebut. Sebab menurut dia, hal ini terkait dengan sumber informasi yang ia dapatkan.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)