Jalani Sidang Penganiayaan, Bahar Smith Doakan Prabowo Menang

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 21:13 WIB
Jalani Sidang Penganiayaan, Bahar Smith Doakan Prabowo Menang Terdakwa kasus penganiayaan Bahar bin Smith. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bandung, CNN Indonesia -- Bahar bin Smith menyempatkan diri berdoa untuk calon presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Bahar di sela persidangan perkara penganiayaan remaja.

Pada persidangan sebelumnya Bahar sempat memberi pesan kepada Presiden Joko Widodo dengan nada mengancam. Untuk Prabowo, pesan yang disampaikan bernada harapan.

Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor ini mendoakan agar Ketua Umum Partai Gerindra itu menang pemilu.


"Ke Prabowo? Insyaallah menang. Mudah-mudahan menang," kata Bahar ketika ditemui di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Kamis (28/3).

Bahar tak mengucapkan satu kalimat pun setelah itu. Ia terus berjalan sambil dikawal jaksa dan aparat kepolisian menuju ruang tunggu.

Sidang Bahar Smith hari ini untuk mendengar keterangan saksi MKU yang berusia 17 tahun dan saksi CAJ. Keduanya adalah korban penganiayaan itu didampingi orang tuanya.

Kesaksian MKU berlangsung secara tertutup. Sementara dari CAJ didapatkan keterangan terkait awal dirinya bergaya Bahar dan memenuhi salah satu undangan acara di Bali sekitar November 2018 lalu. Ia juga menceritakan aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith.

Pengacara Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta mengaku menghormati dan menghargai keterangan saksi. Dia menilai semua keterangan saksi di persidangan adalah hal biasa."Kesaksian-kesaksian itu silakan saja jadi argumen jaksa, nanti kita juga ada proses pembelaan terdakwa," kata Ichwan.

Ichwan kemudian merinci hal-hal yang dianggap janggal dari keterangan saksi.

"Kalau kita melihat bahwa memang ada beberapa yang janggal terutama dari saksi pertama. Dia dipanggil sebagai penceramah ke Bali tapi kemudian sampai di sana dia tidak tahu harus ke mana, panitianya tidak ada. Kita tidak tahu ada skenario apa ini," bebernya.

Dari keterangan dua saksi, menurutnya, ada keterangan yang berbeda.

"Tiketnya dibeli dan ketemu orang namanya Amir. Tapi keterangannya tidak bersesuaian antara CAJ dan MKU, yang satu bertemu Amir yang satu lagi Hamid," ucapnya. (hyg/wis)


BACA JUGA