Ma'ruf Amin Minta Emak-emak Tak Berantem karena Pilpres

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 01:09 WIB
Ma'ruf Amin Minta Emak-emak Tak Berantem karena Pilpres Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk tidak bertikai karena bedan pilihan calon presiden. ( Dok. Istimewa TKN Jokowi-Ma'ruf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengomentari video dua wanita yang saling dorong di pinggir jalan karena berdebat soal pilihan calon presiden.

Dirinya mengatakan, ajang pemilihan presiden adalah waktunya memilih pemimpin yang visioner, memiliki program yang baik, serta berpengalaman. Dirinya menegaskan, pemilihan presiden bukanlah perang yang harus membenci dan memusuhi semua orang yang tidak memiliki pilihan sama.

"Kita mencari pemimpin, pilih silakan. Kalau berbeda enggak usah pakai berantem. Kasih alasan memilih capres tersebut. Bikin suasana sejuk. Kalau berbeda pilihan enggak apa-apa. Kalau enggak mau pilih saya, pilih Pak Jokowi saja. Kan beres," kata Ma'ruf usai menghadiri Pelantikan Jaringan Kiyai dan Santri Nasional Sumatera Selatan (JKSN SS) dan silaturahmi kiyai ponpes serta alim ulama se-Sumsel di Palembang, Jumat (29/3).


Dirinya mengatakan, beberapa waktu lalu ada segelintir orang yang menyamakan pemilihan presiden dengan Perang Badar. Padahal, menurutnya, pilpres tidak bisa disamakan dengan perang, apalagi Perang Badar.


Dirinya pun menganjurkan untuk memanjatkan doa yang sesuai dengan kondisi, tidak sembarangan mengucapkannya.

"Ibaratnya mau makan, ya doa makan, mau berhubungan suami-istri, ya pakai doa yang sesuai. Perang Badar itu perang Islam dan kafir. Ini siapa yang Islam, siapa yang kafir? Memangnya ente siapa? Doa perang kok dipakai di pilpres," ujar dia.

Ma'ruf menegaskan, Jokowi dan dirinya memang menginginkan kemenangan berpihak kepada mereka. Namun pihaknya tetap menghargai perbedaan dan enggan memecah belah bangsa ini apalagi mencederai keutuhan bangsa.

[Gambas:Video CNN]

"Soal berbeda itu enggak masalah. Berbeda dalam agama saja boleh, asal tidak saling ikut campur. Bangsa ini harus utuh tidak boleh sampai bermusuhan hanya gara-gara berbeda pilihan calon presiden," ujar dia.

Seperti diketahui, beberapa hari belakangan media sosial dihebohkan dengan video pendukung paslon pilpres nomor urut 01 dan 02 yang berdebat hingga saling mendorong di pinggir jalan. Diinformasikan, peristiwa tersebut terjadi di Taman Suropati, Jakarta. (idz/agt)