Dirinya mengatakan, ajang pemilihan presiden adalah waktunya memilih pemimpin yang visioner, memiliki program yang baik, serta berpengalaman. Dirinya menegaskan, pemilihan presiden bukanlah perang yang harus membenci dan memusuhi semua orang yang tidak memiliki pilihan sama.
"Kita mencari pemimpin, pilih silakan. Kalau berbeda enggak usah pakai berantem. Kasih alasan memilih capres tersebut. Bikin suasana sejuk. Kalau berbeda pilihan enggak apa-apa. Kalau enggak mau pilih saya, pilih Pak Jokowi saja. Kan beres," kata Ma'ruf usai menghadiri Pelantikan Jaringan Kiyai dan Santri Nasional Sumatera Selatan (JKSN SS) dan silaturahmi kiyai ponpes serta alim ulama se-Sumsel di Palembang, Jumat (29/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya pun menganjurkan untuk memanjatkan doa yang sesuai dengan kondisi, tidak sembarangan mengucapkannya.
Ma'ruf menegaskan, Jokowi dan dirinya memang menginginkan kemenangan berpihak kepada mereka. Namun pihaknya tetap menghargai perbedaan dan enggan memecah belah bangsa ini apalagi mencederai keutuhan bangsa.
[Gambas:Video CNN]
"Soal berbeda itu enggak masalah. Berbeda dalam agama saja boleh, asal tidak saling ikut campur. Bangsa ini harus utuh tidak boleh sampai bermusuhan hanya gara-gara berbeda pilihan calon presiden," ujar dia.
Seperti diketahui, beberapa hari belakangan media sosial dihebohkan dengan video pendukung paslon pilpres nomor urut 01 dan 02 yang berdebat hingga saling mendorong di pinggir jalan. Diinformasikan, peristiwa tersebut terjadi di Taman Suropati, Jakarta. (idz/agt)