Luhut soal Prabowo Pamer Calon Menteri: Suka-suka Mereka

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 15:23 WIB
Luhut soal Prabowo Pamer Calon Menteri: Suka-suka Mereka Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan m hak Prabowo Subianto dan koalisinya untuk menentukan posisi menteri jika terpilih. (REUTERS/Darren Whiteside)
Surabaya, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menanggapi pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengumbar siapa saja pihak yang bakal menduduki posisi menteri, jika dirinya terpilih.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan mengaku tak ingin berlebihan menanggapi hal ini. Pasalnya, menurut dia, itu merupakan hak Prabowo dan koalisinya.

"Ya suka-suka mereka, kan haknya dia menyebutkan, kami sih, merasa enggak ada yang salah," kata Luhut saat ditemui di Surabaya, Jumat (29/3).



Ditemui ditempat yang sama, anggota bidang hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul, juga tak mau banyak berkomentar soal sikap Prabowo tersebut.

"Kalau Pak Prabowo akhir-akhir ini ngomong, aku hanya bisa bilang gini EGP, emang gue pikirin? karena kenapa? kan lucu, lucu nggak?," ujar Ruhut, yang juga politisi Partai Demokrat ini.
Luhut soal Prabowo Pamer Calon Menteri: Suka-suka MerekaRuhut Sitompul. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Selain itu, Ruhut menambahkan pihaknya tak khawatir dengan manuver Prabowo tersebut. Menurutnya rakyat sekarang sudah cerdas dalam menentukan pilihannya.

"Ndak usah khawatir. Dia mau ngomong apa terserah, tapi rakyat cerdas. Rakyat sudah mendukung Pak Jokowi," pungkasnya.


Sebelumnya Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memperkenalkan orang-orang yang dia sebut bakal diangkat sebagai menteri di kabinet Adil Makmur jika iamemenangi Pilpres 2019.

Prabowo pun lantas menyebut sejumlah nama tokoh-tokoh dari parpol koalisi yang mengusungnya dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 untuk bakal jadi pembantunya di kabinet.

Ia antara lain menyebut Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Presiden PKS Sohibul Iman, Dua petinggi PAN Zulkifli Hasan dan Eddy Soparno, serta mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (frd/gil)