Ma'ruf Yakin KPU Netral: Kalau Curang Dikutuk oleh Bangsa Ini

CNN Indonesia | Minggu, 31/03/2019 19:27 WIB
Ma'ruf Yakin KPU Netral: Kalau Curang Dikutuk oleh Bangsa Ini Cawapres 01 Ma'ruf Amin menyatakan penyelenggara pemilu seperti KPU harus bersifat netral. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin yakin Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan melakukan kecurangan pada Pemilu 2019. Menurutnya, penyelenggara pemilu seperti KPU harus bersifat netral dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

"Kalau mereka curang nanti akan dikutuk oleh bangsa ini. Nah, ini saya yakin KPU tidak akan curang, dia akan menjadi wasit yang adil," kata Ma'ruf usai berkampanye di Jakarta, Minggu (31/3).

Ma'ruf pun menyatakan kubunya tidak akan melakukan kecurangan dalam pilpres.


"Kami tidak akan menempuh cara-cara yang curang, kami ingin jujur, adil dan transparan," kata Ma'ruf.


Lebih lanjut, Ma'ruf yakin menang karena dari beberapa survei menyatakan pasangan calon nomor urut 01 akan menang di Pilpres 2019.

"Kita memang yakin menang karena survei-survei pada umumnya kebanyakan survei itu menyatakan bahwa 01 itu lebih besar perolehannya," katanya Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan dengan potensi kemenangan tersebut, Jokowi-Ma'ruf tidak akan melakukan kecurangan.

"Karena itu ada mekanisme kalau misal ada yang keliru ada mekanisme digugat di Mahkamah Konstitusi," ujarnya.


Di tempat terpisah, politikus Amien Rais menyatakan akan mengerahkan kekuatan rakyat alias 'people power' untuk menyikapi dugaan kecurangan Pemilu 2019. Hal ini ia sampaikan saat mengikuti Apel Siaga 313.

Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu mengatakan ancaman soal pengerahan massa dilakukan jika timnya menemukan bukti kecurangan pemilu secara sistematik, terukur dan masif. Namun dia berharap kecurangan itu tidak terjadi.

Amien juga mengimbau kepada kubu calon presiden petahana Joko Widodo maupun pemerintah untuk ikut menekan kecurangan pemilu.

Pada Pilpres 2014, Amien Rais medukung kubu capres-cawapres Prabowo-Hatta Rajasa. Saat itu timnya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pilpres. Namun MK menolak seluruh gugatan tersebut.

"Kami enggak akan ke MK lagi, kami langsung people power," kata Amien Rais saat aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (31/3).


[Gambas:Video CNN] (sas/pmg)