Walkot Semarang Janjikan 75 Persen Suara untuk Jokowi-Ma'ruf

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 02:12 WIB
Optimisme Hendrar Prihadi karena melihat kemenangan pasangan Ganjar-Taj Yasin di Pilgub Jateng yang mencapai 70 persen di Semarang. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi optmistis Jokowi-Ma'ruf unggul telak di Semarang pada Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebut arus suara warga Semarang untuk Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 makin tak terbendung. Hendrar yang juga ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Semarang itu mengklaim ibu kota Jawa Tengah akan menyumbang kemenangan 75 persen untuk pasangan calon nomor urut 01 tersebut.

Klaim ini diambil Hendrar dari pengakuan dirinya tentang terus mengalirnya dukungan dari warga Kota Semarang untuk Jokowi-Ma'ruf, khususnya kalangan kaum perempuan. Menurutnya, dukungan arus dari kalangan perempuan menambah energi untuk merebut suara pemilih. 

"Optimisme kami pun semakin kuat. Lihat saja sekarang, ada 4.000 kaum perempuan yang mendeklarasikan mendukung pak Jokowi," ungkap Hendrar usai berorasi di depan ribuan perempuan pendukung Jokowi yang tergabung dalam Srikandi Setia Jokowi Semarang, Sabtu (31/3).


Target 75 persen kemenangan Jokowi-Maruf di Kota Semarang, kata dia, bukan tanpa dasar. Menurut Hendrar, pada Pilgub Jateng 2018 lalu, Kota Semarang berhasil menempati peringkat pertama penyumbang suara terbanyak untuk pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023.


"Kita bahkan meraup kemenangan nyaris telak, 70 persen lebih. Makanya untuk pak Jokowi, kita akan lebih bergerak meyakinkan ke arus bawah," ungkap Hendrar.

Kota Semarang merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang menjadi basis massa pendukung PDIP atau massa banteng. Di sisi lain, kubu Prabowo-Sandi mencoba mengoyak wilayah Jawa Tengah dan mencoba mematahkan mitos Jateng kandang Banteng. Salah satunya, dengan mendirikan posko pemenangan di dekat kediaman Joko Widodo di Solo.

Hendrar sendiri merupakan mesin politik yang sering muncul ke permukaan. Namanya menjadi sorotan ketika mengkritik para pendukung Prabowo-Sandi yang mencerca Jokowi namun masih menggunakan infrastruktur yang pemerintah buat.


Hendrar Prihadi menyindir pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Hendrar melarang mereka menggunakan jalan tol jika tak dukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Disampaikan ke saudaranya di luar sana, kalau tidak mau dukung Jokowi jangan pakai jalan tol," kata Hendrar saat menghadiri silaturahmi Jokowi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah (PPJT) di Semarang Town Square 2 Februari silam.

Pernyataan Hendrar sontak menyulut komentar negatif dari sejumlah pihak, khususnya barisan pendukung Prabowo Subianto. Kendati demikian Hendrar berkeras tak ada yang salah dalam pernyataannya tersebut.

"Singkatnya mereka gengsi saja mengakui kinerja pembangunan Jalan Tol nya pak Jokowi," ujar Hendrar.

Namun demikian, Kementerian Dalam Negeri menyebut tak ada persoalan atas aksi Hendrar tersebut. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar Baharuddin mengatakan, Mendagri Tjahjo Kumolo telah memanggil yang bersangkutan untuk diminta klarifikasinya.

"Infonya bahwa yang bersangkutan saat itu sedang cuti kampanye pemilu sesuai UU Pemilu," kata Bahtiar beberapa waktu lalu.

(dmr/ain)