Demokrat: Prabowo Harus Sikapi Skandal Polisi Rusak Demokrasi

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 06:33 WIB
Demokrat: Prabowo Harus Sikapi Skandal Polisi Rusak Demokrasi Elite Demokrat berharap Capres 02 Prabowo Subianto bersikap tegas merespons dugaan kepolisian mengerahkan kapolsek untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bersikap tegas terkait dugaan kepolisian menggalang dukungan masyarakat agar memilih paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurutnya, kontestasi pilpres 2019 sudah sangat memprihatinkan.

Fenomena ini terungkap setelah eks Kapolsek Pasirwangi, Garut, AKP Sulwan Azis mengaku diperintah Kapolres Kabupaten Garut menggalang dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf.

"Pak Prabowo harus menyatakan sikap yang tegas sebelum pemilu ini. Ini skandal yang sudah merusak demokrasi," kata Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (31/3).


Andi meyakini penggalangan dukungan oleh kepolisian memang benar terjadi di sejumlah daerah. Tidak cuma di Pasirwangi, Garut, Andi menduga pengerahan polisi juga terjadi di sejumlah daerah provinsi lainnya.

"Pengakuan kapolsek itu bukan hanya satu, banyak kapolsek yang sudah bicara," kata Andi.

"Dugaan saya ada institusi gelap yang menggerakkan polisi untuk mendukung Jokowi. Bahkan perusakan bendera partai Demokrat di Riau dilakukan oleh pihak yang sama," kata Andi.
Demokrat: Prabowo Harus Sikapi Skandal Polisi Rusak DemokrasiPolitikus Demokrat Bimo Wiwoho. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Mantan Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Azis sebelumnya mengaku diperintah Kapolres Kabupaten Garut untuk menggalang dukungan dari masyarakat agar memilih Jokowi-Ma'ruf. Perintah serupa juga diberikan kepada Kapolsek lain di wilayah Kabupaten Garut.

Sulman mengaku tidak menjalankan perintah tersebut. Dia tidak mengetahui rekan-rekan Kapolsek lainnya mematuhi perintah tersebut atau tidak. Yang pasti, kata Sulman, Kapolres mengancam bakal memutasi Kapolsek yang bersangkutan jika Jokowi-Ma'ruf kalah di wilayahnya.

Sulman juga membeberkan sejumlah kejanggalan lain. Semuanya berkenaan dengan kemenangan Jokowi-Maruf di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Saya ini sudah 27 tahun menjadi polisi, sudah betugas dimana-mana. Baru tahun 2019 ini, di pilpres 2019, ada perintah untuk berpihak kepada salah satu calon," ucap Sulman di kantor Lokataru, Jakarta, Minggu (31/3).

Sulman kini sudah dimutasi. Dia sudah tidak menjabat sebagai Kapolsek Pasirwangi. Sulman mengaku bakal ditempatkan sebagai Kanit Seksi Pelanggaran Gakkumdu Direktorat Lalu Lintas Jawa Barat

Polda Jawa Barat telah membantah apa yang disampaikan Sulman.

"Tidak benar informasi tersebut," ucap Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (31/3).

[Gambas:Video CNN] (bmw/gil)