Warga Sragen Mengeluh ke Jokowi: Mumet Pak, Utang ke Bank

CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 17:16 WIB
Warga Sragen Mengeluh ke Jokowi: Mumet Pak, Utang ke Bank Presiden Joko Widodo menyarankan warga menggunakan mesin untuk mengeringkan padi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Sragen, CNN Indonesia -- Endang, warga Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengaku pusing jika harus meminjam uang lagi ke bank untuk membeli alat pengering padi atau dryer, seperti yang disarankan Presiden Joko Widodo.

Endang adalah pemilik penggilingan padi sejak 2001.

Awalnya ia diminta maju oleh Jokowi saat acara silaturahmi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah, di GOR Diponegoro, Kabupaten Sragen, Rabu (3/4).


Di atas panggung Endang mengatakan masih menggunakan cara manual dalam mengerikan padi, yakni menjamurnya di halaman rumah.


Jokowi lantas mengingatkan Endang termasuk petani lainnya, untuk membeli alat pengering. Menurutnya, setiap penggilingan padi sudah harus memiliki alat itu. Ia lantas bertanya mengapa Endang tak membeli dryer.

"Dereng enten (belum punya) dana Pak Presiden," kata Endang, disambut tawa hadirin.

"Kenapa enggak cari (pinjaman) ke bank?" ujar Jokowi menimpali.

Endang mengatakan dirinya sudah meminjam uang ke bank untuk modal penggilingan padi. Ia pun meminta kepada Jokowi agar dibelikan alat pengering gabah padi tersebut.


"Bapak, untuk modal saja sudah (pinjam) dari bank, apalagi untuk itu Pak. Maka dari itu, minta dari Pak Presiden. Tolong dibantu," tuturnya.

"Wah, repot mintanya ke saya, kalau satu orang enggak apa-apa. Kalau dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, minta semua gimana itu?" kata Jokowi.

"Ya, cukup yang dari (kecamatan) Jenar, Bu Endang dulu Pak," ujar Endang menimpali.

Warga Sragen Mengeluh ke Jokowi: Mumet Pak, Utang ke BankPresiden Jokowi menghadiri silaturahmi dengan Gapoktan dan Perpadi se-Jawa Tengah di GOR Diponegoro, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jokowi menjelaskan jika Endang membeli alat pengering dengan meminjam uang ke bank, maka bisa mengangsur pinjaman itu dari hasil penyewaan alat tersebut.

"Ini kalau beli dryer nggih, saya enggak tahu yang mau dibeli harga berapa, mau beli kapasitas berapa, itu kan kalau ngambil pinjaman dari bank, jasanya kan bisa angsur ke bank" tutur Jokowi.

"Sakjane enggih (sebenarnya iya), tapi mumet Pak. Wong, uangnya saja buat beli gabah dari bank, apalagi beli dryer dari bank. Mumet Pak," kata Endang kepada Jokowi.

"Mumet, mumet, enggih," timpal mantan wali kota Solo itu.


Dalam sambutannya Jokowi menginginkan para petani Indonesia memiliki alat pengering gabah padi. Ia tak ingin petani masih melakukan pengeringan padi dengan cara dijemur. Selain itu Jokowi juga ingin para petani memiliki alat pengemas.

Jokowi berencana mengundang para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) ke Istana Negara, Jakarta, usai Pemilu 2019.

Ia ingin mempertemukan kelompok petani padi serta pupuk itu dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan sejumlah bank guna membicarakan bantuan pengadaan dryer atau mesin pengering padi hingga mesin kemasan.

[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)