WhatsApp Diretas, Jubir Demokrat ke Bareskrim Lagi Besok

CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 21:28 WIB
WhatsApp Diretas, Jubir Demokrat ke Bareskrim Lagi Besok Ketua Divisi Komunikasi Publik Demokrat Imelda Sari. (Detikcom/Tsarina Maharani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Divisi Komunikasi Publik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan telah melimpahkan kasus peretasan nomor WhatsApp pribadinya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Imelda menjelaskan dirinya menyambangi Bareskrim Polri Rabu siang (3/4) untuk menyampaikan laporan itu melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Namun, laporan tersebut belum selesai sepenuhnya karena Kepala Sub Bagian Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim tidak hadir lantaran hari ini merupakan tanggal merah.
"Kami sudah melapor, tapi LP belum bisa dibuat karena hari ini hari libur," ujar Imelda saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/4).

Adapun, pihak kepolisian meminta dirinya untuk datang kembali ke Bareskrim esok hari. Hanya saja, ia masih belum menentukan jam yang tepat untuk datang ke Bareskrim. Di samping itu, karena LP belum terbit, ia tidak bisa menyebut pihak yang dilaporkan di dalam LP tersebut.


"Kami hanya disuruh datang lagi esok, untuk jamnya nanti akan ada koordinasi lebih lanjut," papar dia.

Sebelumnya, Imelda mengaku menjadi korban peretasan aplikasi pesan singkat WhatsApp. 'Curhat' itu disampaikan melalui akun twitter pribadinya Rabu (3/4) pagi.

Di dalam cuitannya, Imelda baru mengetahui nomor WhatsApp-nya dibajak orang lain pagi hari ini. Imelda bingung, mengapa nomor WhatsApp-nya yang menjadi objek peretasan. Bahkan, ia menuding ini adalah taktik adu domba yang diarahkan ke kubunya.

"Hanya pengecut yang menggunakan cara fitnah murahan untuk menjatuhkan orang lain dengan membajak WA saya," ujar Imelda dikutip dari akun Twitter pribadinya, Rabu (4/3).

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan hal tersebut. Ia menyadari nomor WhatsApp Imelda diretas setelah pesan singkat yang meluncur ke ponselnya sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam pesan itu, nomor WhatsApp Imelda mengirimkan konten-konten negatif.
(glh/kid)