Menhub Akan Bentuk Satgas Atasi Gangguan KRL

CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 02:36 WIB
Menhub Akan Bentuk Satgas Atasi Gangguan KRL Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memerintahkan PT Kereta Api (Persero) untuk membuat satuan tugas (satgas). Tim ini akan bertugas untuk mengatasi permasalahan pada Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek. 

Budi mengakui dalam beberapa waktu terakhir, transportasi massal itu kerap mengalami gangguan.

"Dalam jangka pendek ini saya meminta KAI membuat task force untuk menyelesaikan pekerjaan itu," katanya di Bogor, Kamis (4/4). 


Kata Budi, tim akan segera turun ke lapangan. Dalam jangka waktu dua minggu hingga satu bulan, tim akan menganalisa pokok masalah yang mengganggu operasional moda transportasi itu. Sekaligus, lanjutnya, menyelesaikan permasalahan tersebut. 
Namun demikian, jika ditemukan masalah pada KRL Commuter Line yang membutuhkan dana cukup besar, maka akan diselesaikan dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun. 

"Kami akan koordinasikan berapa anggaran dan berapa yang perlu diinvestasikan," tuturnya. 

Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya gangguan KRL Commuter Line Jabodetabek.

Pertama, fasilitas prasarana pada KRL Commuter Line Jabodetabek sudah berusia lanjut sehingga membutuhkan pembaharuan. Kedua, pengaruh dari cuaca ekstrem  yang terindikasi dari peningkatan kekuatan petir hingga dua kali lipat. Ketiga, peningkatan frekuensi penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek. 

Selain mengatasi problematika pada KRL Commuter Line, Budi Karya juga menugaskan tim untuk mengidentifikasi dan memberikan solusi lintasan rel pada titik-titik bermasalah. Upaya ini dilakukan sebagai upaya menyambut mudik Lebaran 2019. 

"Task force tersebut bertugas untuk identifikasi ulang dan mengerjakan secara cepat," tuturnya. 
Menhub Akan Bentuk Satgas Atasi Gangguan KRLKRL Anjlok. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Faktor Alam

Terkait kejadian anjloknya kereta dari Jakarta menuju Stasiun Bogor hingga terguling, Budi menyatakan hal tersebut disebabkan faktor alam penurunan tanah. Insiden ini terjadi di perlintasan Kebon Pedes Bogor sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (10/3).

"Penurunan tanah yang terjadi karena hujan berlebih sehingga sambungan-sambungan itu terjadi penurunan. Cuaca ekstrem berarti perawatannya harus ditingkatkan dan intensif," katanya. 
Dampak dari kejadian ini, sebanyak 19 orang penumpang, termasuk masinis dan kru terluka hingga dilarikan ke Rumah Sakit (RS) terdekat. 

Sebelumnya, pada Rabu (20/2), KRL Commuter Line jurusan Jakarta Kota-Bogor juga mengalami gangguan listrik. Sejumlah warganet menyebut ada suara meletup dan asap. Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pun mengakui ada masalah kelistrikan di KRL di Stasiun Lenteng Agung.

Budi Karya menggelar rapat dengan PT KAI dan nPT KCI di Stasiun Bogor, Kamis (4/4). Rapat tersebut bertujuan untuk merumuskan solusi operasional KRL Commuter Line.
[Gambas:Video CNN] (ulf/ugo)