ANALISIS

Manuver Yusril ke Rizieq, Ujian Militansi FPI pada Prabowo

CNN Indonesia
Jumat, 05 Apr 2019 08:26 WIB
Pengamat menilai serangan Yusril terhadap Rizieq bisa mempengaruhi dukungan kader dan simpatisan FPI pada Prabowo, atau justru makin membuat solid dan militan. Pemimpin FPI Rizieq Shihab (kanan) saat menggelar aksi menentang Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta pada 2017. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meragukan keislaman Prabowo Subianto, capres yang kini didukungnya. Hal itu berdasarkan foto percakapan yang diungkap Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Sekretaris Umum DPP FPI, Munarman menilai Yusril sedang memainkan politik adu domba dan berupaya membelokkan dukungan pada Prabowo di Pilpres 2019. Dia menduga FPI akan terus mendapat serangan hingga hari pencoblosan.

"Semakin dekat hari H (pencobloasan), FPI bakal makin diserang habis," kata Munarman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/4).

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno tidak heran jika pemimpin FPI itu berhadapan dengan Yusril, yang kini mendukung capres Joko Widodo.


FPI dinilai aktif memobilisasi dukungan untuk Prabowo di tataran masyarakat bawah. Bahkan Rizieq ikut mengampanyekan Prabowo-Sandi melalui video yang disebar di media sosial, meski tidak berada di Indonesia.

Sejumlah petinggi FPI juga terdaftar sebagai juru kampanye nasional Prabowo-Sandi. Beberapa di antaranya Juru Bicara FPI Slamet Maarif dan Imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas.

"Mungkin ada dugaan, FPI dan eks HTI cukup agresif berkampanye memenangkan 02 sehingga gerak laju mereka mesti diamputasi," kata Adi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/4).

Manuver Yusril ke Rizieq, Ujian Militansi FPI pada PrabowoKetua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Adi menilai ada dua dampak dari manuver serangan yang ditujukan kepada Rizieq. Pertama, pendukung Prabowo-Sandi di kalangan FPI bisa menjadi ragu. Atau kedua, FPI dan simpatisannya semakin solid dan militan memenangkan Prabowo-Sandi.

"Makin membuat solid FPI dan eksponennya karena merasa diserang secara terbuka," ujar Adi.


Sementara Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago pun tak heran ketika Rizieq diserang. Menurut dia, posisi FPI yang mendukung Prabowo-Sandi harus menanggung konsekuensi tersebut.

"Mahfum dan wajar saja karena FPI punya basis grassroot yang cukup mengakar dan kuat, paling tidak bisa menambah asupan elektoral bagi masing-masing paslon," kata Pangi.

Manuver Yusril ke Rizieq, Menguji Militansi FPI pada PrabowoPercakapan Yusril dengan Rizieq di WhatsApp, meragukan keislaman Prabowo. (Dok. Yusril Ihza Mahendra)
Menurut Pangi, keberadaan FPI saat ini cukup berpengaruh bagi pasangan capres-cawapres. Selain banyaknya anggota, FPI juga dinilai memiliki garis komando yang kuat terhadap Rizieq.

"Mayoritas FPI mendukung Prabowo. Apalagi FPI itu kan pakai garis komando, panglimanya Habib Rizieq ada di Pak Prabowo," kata Pangi.

Manuver Yusril menyerang Rizieq, bagi Pangi, justru menjadi bumerang untuk PBB. Menurut dia, Yusril akan mendapat sentimen negatif sehingga PBB harus menanggung akibatnya di pileg.

"Cara-cara Yusril semakin membuat umat Islam tidak simpatik dengan PBB dan Yusril, seperti memainkan politik pecah belah," kata Pangi.

Pada Rabu (3/4) lalu, Yusril membeberkan bukti percakapan dengan Rizieq terkait keraguan pada keislaman Prabowo. Percakapan itu dilakukan pada September 2018.

Dalam perbincangan tersebut, Yusril dan Rizieq membicarakan soal keislaman Prabowo serta kubu islamofobia dalam lingkaran mantan Danjen Kopassus tersebut.

"Perhatikan dalam WA di atas Rizieq yang bilang 'PS (Prabowo Subianto) lemah tentang Islam dan lingkarannya pun masih banyak yang Islamphobia'," kata Yusril.



[Gambas:Video CNN] (bmw/pmg)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER