Kebut MRT di Tengah Kemacetan Jalur Arteri Jakarta

CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 09:40 WIB
Kebut MRT di Tengah Kemacetan Jalur Arteri Jakarta MRT Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sudah empat hari beroperasi secara komersial, sejak Senin (1/4). Dari pantauan di Stasiun Bundaran HI pada Kamis petang (4/4), calon penumpang tampak berdesakan untuk naik MRT. Mereka sebagian besar para pekerja.

Para pengguna mengaku memilih MRT untuk mengejar waktu dan menghindari kemacetan. Sejauh ini, perjalanan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus tercatat hanya memakan waktu 28 menit.


Meski sudah banyak warga yang memanfaatkan MRT, namun di hari keempat operasional masih terjadi kemacetan di jalanan sekitar jalur kereta Ratangga itu.


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com sekitar pukul 17.00, jalur arteri dari arah Bundaran HI terpantau padat.

Sementara di sepanjang jalan Sisingamangaraja Kebayoran Baru hingga Lebak Bulus tampak dipenuhi mobil dan motor pribadi serta ojek online. Begitu juga di sekitaran Stasiun MRT Lebak Bulus, laju kendaraan terhambat.

Plt Kadishub DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengaku belum mengetahui apakah sejauh ini MRT mampu mengurangi kemacetan di jalur utama Ibu Kota.

Menurut dia, Dishub masih mendata terkait kemacetan di sekitar jalur MRT. "Masih dikerjakan datanya, nanti diinfokan," kata Sigit, Jumat (5/4).

Laju MRT Jakarta dan Kemacetan di Jalur Arteri Penumpang di dalam kereta MRT. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Sebelumnya sejumlah pihak memang meragukan MRT mujarab mengatasi kemacetan. Pengamat Transportasi Darmaningtyas mengatakan terlalu dini menyebut MRT bakal menekan angka kemacetan.

Dia mengungkapkan MRT hanya akan menjadi alternatif masyarakat untuk menggunakan transportasi yang lebih nyaman.

"Belum terlalu berdampak dengan kemacetan. Dia hanya akan bisa memberikan alternatif waktu tunggu, angkutan yang nyaman," kata Darmaningtyas beberapa waktu lalu.

Sejumlah Kendala

Sementara itu, meski MRT hampir sepekan beroperasi, namun sejumlah fasilitas penunjang belum bekerja dengan baik. Seperti mesin tiket otomatis pada Stasiun Bundaran HI dan Lebak Bulus belum bisa berfungsi. 

Calon penumpang masih harus mengantre membeli tiket di loket manual. Terjadi antrean antrean panjang saat jam pulang kerja. Meski demikian, sejauh ini kedatangan dan keberangkatan MRT masih sesuai dengan jadwal. MRT datang 3 menit sebelum keberangkatan. 

Salah satu penumpang, Ahmad Zulfikar mengatakan mengalami kendala saat ingin tap out kartu di Dukuh Atas. "Itu antrenya lumayan panjang karena beberapa penumpang banyak yang eror kartunya, lalu juga ada beberapa PSD yg rusak di beberapa stasiun sehingga saat akan turun dari kereta harus pindah ke pintu lain," kata Zulfikar.

Mahasiswa Universitas Bakrie itu mengaku sudah beberapa hari ini naik MRT untuk berangkat ke kampusnya di bilangan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dia biasanya niaik sepeda motor.

Zulfikar naik MRT dari Fatmawati lalu turun di Senayan. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik ojek online atau Transjakarta. Cara itu dia anggap efektif menghindari kemacetan.

"Saya biasanya naik motor dari rumah sampai ke kampus sekitar satu jam, tapi dengan MRT bisa 20 menitan," kata Zulfikar .

Penumpang lainnya, Zizah mengaku naik MRT lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. 

"Iya biasa ke kantor bawa mobil bisa 2 jam dari rumah, pas pakai MRT jadi makin cepat sih memang cuma 20 menitan," kata Zizah di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta. Zizah biasa naik dari Stasiun Dukuh Atas menuju Lebak Bulus untuk pulang ke rumahnya. 

[Gambas:Video CNN] (sas/dea)