Jusuf Kalla Sebut Pemilu Momentum Evaluasi Pemimpin

CNN Indonesia | Minggu, 07/04/2019 03:26 WIB
Jusuf Kalla Sebut Pemilu Momentum Evaluasi Pemimpin Wapres Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemilu merupakan momen bagi masyarakat melakukan evaluasi terhadap pemimpin yang dipilihnya dalam lima tahun sekali. Termasuk dalam Pemilu 2019 ini.

Hal itu dikatakan JK saat menyampaikan sambutan pada acara Dharma Santi Nyepi Nasional Peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1941, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Bali, Sabtu (6/4) malam dikutip Antara.

"Pemilu pada dasarnya adalah evaluasi bangsa secara keseluruhan, mempunyai makna sama dengan evaluasi Nyepi," ujar JK.


Melalui pemilu, lanjut Jusuf Kalla, menjadi momentum evaluasi yang telah dilakukan pemimpin selama lima tahun. Jika hasil evaluasinya benar, maka akan dilanjutkan, namun jika tidak benar tentu harus dievaluasi kembali.


Oleh karena itu, dia mengharapkan partisipasi umat Hindu dalam Pemilu 2019 sehingga tujuan untuk memajukan bangsa ini dapat tercapai.

"Dalam menghadapi pemilu, meskipun ada riak-riaknya, tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama yakni memajukan bangsa ini. Bagaimana Indonesia aman, bagaimana Indonesia maju, bagaimana pendapatan masyarakat menjadi maju," ucapnya.

JK menambahkan dengan situasi terkini jelang Pemilu 2019, JK mengatakan, bahwa perbedaan keyakinan dan agama masyarakat Indonesia bukan menjadi faktor pemecah belah bangsa, tetapi justru mempersatukan menjadi bangsa yang besar.


"Tantangan kita ke depan meningkatkan kemakmuran masyarakatnya. Ini dapat dicapai apabila ada kerja sama yang baik pemerintah, masyarakat dan memanfaatkan ilmu pengetahuan," ujarnya.

"Tanpa pengetahuan tentu kita tidak bisa maju. Apabila, masyarakat tidak bersatu, tentu kita tidak bisa belajar juga," kata JK.

JK pun berharap dengan momentum Hari Suci Nyepi, evaluasi akan bermanfaat bagi semua umat beragama di Tanah Air.

Rangkaian Dharma Santi Nyepi Nasional kali ini juga dimeriahkan dengan sendratari garapan Institut Seni Indonesia Denpasar berjudul Swarga Rohana Parwa. (Antara/osc)