Warga Solo Siap Jalan Kaki ke Kampanye Akbar Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 14:07 WIB
Warga Solo Siap Jalan Kaki ke Kampanye Akbar Jokowi Calon presiden 01Joko Widodo saat kampanye terbuka didampingi Iriana Jokowi, di Lapangan Sasana Krida, Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Kamis (4/4). (Dok. Agus Suparto/Fotografer Pribadi Jokowi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Surakarta FX Hadi Rudyatmo, mengklaim masyarakat bakal keluar semua untuk hadir pada kampanye terbuka calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, di Stadion Sriwedari, di Solo, pada Selasa (9/4).

Menurut Rudyatmo, masyarakat akan berjalan kaki menuju lokasi.

"Masyarakat bakal keluar semua hadir pada kampanye terbuka pasangan calon nomor 01, di Stadion Sriwedari di Solo, dan dijadwalkan dihadiri calon presiden nomor 01, Joko Widodo," kata Rudyatmo, usai apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan kampanye terbuka Pemilu 2019, di halaman Pura Mangkunegara, Surakarta, Senin (8/4).

Jokowi mengawali karier politiknya di Solo sebagai wali kota, dengan Rudyatmo sebagai wakil wali kota. Kemudian Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, hasil kolaborasi beberapa partai politik, PDIP dan Partai Gerindra, dan lalu ke kursi kepresidenan.


Rudyatmo mengatakan, masyarakat Solo pendukung paslon 01 yang bakal hadir siap berjalan kaki. Dia meyakini massa tidak akan naik sepeda motor atau bus untuk masuk ke Stadion Sriwedari.

"Masyarakat justru meminta berjalan kaki menuju Sriwedari untuk menghindari adanya kendaraan dengan knalpot 'brong' atau tidak standar pabrik," kata Wali Kota Solo itu seperti dikutip Antara.

Rudyatmo memang melarang massa datang menggunakan kendaraan sepeda motor yang knalpotnya tidak standar pabrikan. Kata dia, jika masih ada yang memakai knalpot tak standar langsung ditertibkan.

"Kami siapkan 2.500 Satgas PDIP untuk mencegah supaya tidak ada kendaraan knalpot 'brong'," katanya.

Dia menyebut banyak masyarakat yang akan hadir untuk mendukung paslon 01 ini, tetapi karena kapasitas stadion terbatas maka akan disesuaikan. "Massa yang hadir itu, "lurik' artinya lurus dan ikhlas mendukung paslon 01," ucap dia.

Selain mengimbau kepada para kader dan pendukung paslon 01 untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor berknalpot tak standar, Rudyatmo mengingatkan massa agar tidak mudah terprovokasi.

DPC PDIP Surakarta juga sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten lain jika ada massa menggunakan kendaraan knalpot tak standar akan disetop oleh aparat keamanan dan satgas di perbatasan wilayah.

"Massa diminta untuk menggantikan knalpot 'brong' kendaraannya dengan standar pabrik terlebih dahulu, mereka baru diizinkan masuk ke Kota Solo," ucap dia.

Pemilu Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon yakni capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 
[Gambas:Video CNN] (Antara/dea)