Demokrat Bantah AHY Dilarang SBY Ikut Kampanye Prabowo di GBK

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 15:04 WIB
Demokrat Bantah AHY Dilarang SBY Ikut Kampanye Prabowo di GBK Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyapa simpatisan dan relawan saat Kampanye Akbar Capres Prabowo Subianto di Stadion Persib Sidolig, Bandung, Kamis, 28 Maret 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan membantah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak datang ke acara kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) lantaran dilarang ketua umum parpol tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hinca mengatakan AHY tak terlihat di panggung kampanye akbar Prabowo pada Minggu (7/4) karena kondisinya yang sedang tak fit. Hinca menegaskan bahwa ketidakhadiran AHY tidak berkaitan dengan pesan dari SBY yang kurang menyukai konsep kampanye Prabowo di stadion terbesar se-Indonesia tersebut.

"Tidak ada larangan itu. Sekali lagi posisi Mas AHY memang sejak malam itu posisinya tidak dalam keadaan yang fit untuk tampil," kata Hinca di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Senin (8/4).


Bahkan, kata Hinca, Komandan Kogasma Partai Demokrat itu pun tidak diperbolehkan mendampingi Ani Yudhoyono di National University Hospital, Singapura karena kondisi yang tidak fit tersebut.


Hinca mengatakan AHY hanya boleh berada di ruang terpisah. Setelah itu, putra sulung SBY itu pun terbang ke Jakarta dengan kondisi yang masih kurang fit sehingga tidak bisa hadir dalam kampanye Akbar.

Hinca juga menampik anggapan Demokrat tidak harmonis dengan parpol lain di dalam koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tidak ada pula kaitannya dengan ketidakhadiran AHY dalam kampanye akbar.

"Jadi sama sekali tidak ada keretakan. Itu hanya semata-mata mas AHY kurang fit," ujar Hinca.

Demokrat Bantah AHY Dilarang SBY Ikut Kampanye Prabowo di GBKWakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan (kiri) tampak turut hadir dalam kampanye akbar Prabowo Subianto di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 7 April 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Hinca mengatakan Partai Demokrat telah mempersiapkan pengganti AHY untuk hadir di kampanye Akbar. Mereka adalah Wakil Ketua Umum Syarief Hassan dan dirinya sendiri.

Meski memang tidak bicara atau berorasi di atas panggung, menurut Hinca, kehadiran perwakilan Demokrat sudah cukup untuk membuktikan bahwa tidak ada keretakan di internal BPN. Hinca mengatakan kala itu sudah sangat panas dan terik, sehingga dirinya tidak sempat bicara dari atas panggung.

"Panggung untuk kampanye ini terlalu banyak," ujar pria yang pernah menjabat Wakil Ketua Umum PSSI tersebut.


Sebelumnya, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar kampanye akbar di stadion utama Gelora Bung Karno , Jakarta, Minggu (7/4). Sejumlah petinggi parpol pengusung hadir.

Acara tersebut juga dihadiri begitu banyak massa, di mana kubu Prabowo-Sandi mengklaim ada 1 juta orang yang hadir di sana.

Kemeriahan kampanye akbar seakan tercoreng lantaran beredar pesan dari ketua umum Demokrat SBY kepada Sekjen Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Umum Syarief Hassan, dan Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin.

Pada intinya, SBY meminta kepada tiga petinggi partainya tersebut agar tema kampanye merangkul semua kalangan. Tidak hanya mengakomodir kelompok atau penganut agama tertentu.

Sekjen Hinca Pandjaitan mengklaim telah menyampaikan pesan SBY tersebut kepada Prabowo dan Badan Pemenangan Nasional. Hasilnya kampanye juga dihadiri sejumlah tokoh agama di luar Islam, dan ada pula yang menyampaikan orasi serta berdoa sesuai keyakinannya di atas panggung.


[Gambas:Video CNN] (bmw/kid)