KPK Sebut Prabowo Salah Data soal Anggaran Bocor Rp2.000 T

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 20:10 WIB
KPK Sebut Prabowo Salah Data soal Anggaran Bocor Rp2.000 T Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait kebocoran anggaran Rp2.000 triliun.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan Prabowo salah persepsi terkait data tersebut. Dalam beberapa diskusi, Saut dan Basaria Panjaitan sudah pernah menyampaikan hal ini.

"APBN kita sekarang kan Rp2.400 triliun, kami berdiskusi di banyak tempat, kita tuh bisa ngejar Rp4.000 triliun. Bisa ngejar, jadi kekurangannya sekitar Rp2.000 triliun. Jadi itu bukan kebocoran, (tapi) potensi," kata Saut di Kantor KPK, Jakarta, Senin (8/4).


Saut menyebut KPK mengunjungi lembaga-lembaga negara untuk mendorong anggaran diperbesar. Sebab KPK melihat ada potensi tersebut.


Ia mengatakan telah mengunjungi beberapa lembaga, seperti Bea Cukai, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian ESDM untuk memastikan potensi tersebut.

"Saya sudah bahkan puluhan kali ya bilang begini, bisa enggak kita mengejar Rp4.000 triliun? Supaya rakyatnya lebih sejahtera, jalan yang lebih bagus, yang artinya lebih banyak dana desanya, lebih banyak dari mana datangnya," tutur dia.

Sebelumnya, dalam kampanye di Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (6/4), Prabowo mengutip pernyataan KPK bahwa ada Rp2.000 triliun per tahun anggaran bocor.


"Dua hari lalu KPK membuat pernyataan bahwa yang keluar ke luar negeri dan bocor bukan Rp1.000 triliun melainkan Rp2.000 triliun," kata Prabowo dalam kesempatan itu.

Prabowo mengatakan uang yang bocor itu tidaklah sedikit. Menurut dia, jika dalam satu tahun anggaran bocor sebesar Rp2.000 triliun, maka dalam lima tahun ini Indonesia kehilangan Rp10 ribu triliun.

Selama ini Prabowo kerap kali melemparkan isu soal kebocoran APBN dalam kampanye dan orasi politiknya. Namun, ia enggan memberi bukti kebocoran yang dimaksud itu.

Ia meminta masyarakat yang mempertanyakan ucapannya untuk meminta penjelasan ke pemerintah.


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)