"Jadi pesta demokrasi adalah kegembiraan, jangan sampai malah ada yang menakut-nakuti, jangan sampai ada yang pesimis, jangan sampai ada yang suka marah-marah," kata Jokowi saat kampanye di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya meyakini Insyallah minimal 60 persen. Artinya nanti boleh saja, kalau hasilnya 65, 70, atau 80 persen tidak apa-apa. Tapi minimal 60 persen," ujar Jokowi.
"Perlu saya sampaikan, saya itu lahir tahun 1961. PKI dibubarkan tahun 1965, umur saya baru empat tahun. Logikanya itu lho, mikir, mikir, mikir. Artinya yang membuat kebohongan artinya tidak mikir," ujarnya.
Selain isu PKI, Jokowi mengimbau pendukungnya agar tidak percaya dengan isu pembubaran Kementerian Agama, larangan azan, dan legalisasi perkawinan sejenis jika dirinya dan Ma'ruf terpilih di Pilpres 2019.
"Jangan sampai ada yang percaya. Kalau ada tetangga kita yang terkena itu tolong diluruskan, segera diberi penjelasan," ujarnya.
Di Solo Jokowi berpidato di Stadion Sriwedari. Di kota dan stadion yang sama, keesokan harinya, giliran calon presiden Prabowo Subianto menggelar kampanye. (jps/wis)