Satgultor TNI Tumpas Teroris, Bebaskan Pejabat dalam 15 Menit

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 14:06 WIB
Satgultor TNI Tumpas Teroris, Bebaskan Pejabat dalam 15 Menit Pasukan gabungan Satuan Penanggulangan teror (Satgultor) TNI melakukan latihan penanggulangan teror di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (9/4). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 600 personel gabungan satuan penanggulangan teroris (satgultor) tiap matra TNI terlibat dalam aksi simulasi penyanderaan pejabat dalam acara pemerintah. Penumpasan teroris dan pembebasan sandera dilakukan dalam tempo 15 menit.

Simulasi ini sendiri melibatkan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) 81/Korps Pasukan Khusus TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, dan Satuan Bravo (Satbravo) 90 TNI AU, di Hotel Mercure Ancol, Selasa (9/4).

Dari pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, tampak Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksmana Siwi Sukma Adji, serta KSAU Marsekal Yuyu Sutisna.


Skenario simulasi tersebut dimulai dengan aksi kelompok teroris yang menyabotase sebuah acara yang diselenggarakan oleh pemerintah. Kelompok teroris pun berhasil menyandera sejumlah pejabat dan berhasil menguasai area hotel.

Atas aksi itu, Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI) segera melakukan negosiasi dengan kelompok teroris. Saat negosiasi dilakukan, tim Satgultor juga segera menyiapkan operasi khusus untuk mengantisipasi jika negosiasi gagal dilakukan.

Penerjunan pasukan lewat helikopter.Penerjunan pasukan lewat helikopter. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Negosiasi pun berjalan alot. Sementara itu, satu per satu anggota Satgultor segera mendekati sasaran sembari menunggu perintah dari Dansatsus.

Setelah negosiasi gagal, anggota Satgultor segera memulai aksi penyelamatan sandera. Aksi dimulai dengan tembakan yang dilakukan oleh tim sniper untuk melumpuhkan teroris yang berjaga di atap hotel dengan jarak 300 meter.

Setelahnya, dua helikopter TNI AD dan TNI AU yang membawa sejumlah personel tiba di lokasi dan segera melaksanakan fastropping atau menerjunkan personel ke atas atap hotel. Personel tersebut ditugaskan untuk membebaskan sandera yang berada di dalam kamar hotel.

Kelompok teroris akhirnya berusaha melarikan diri setelah menyadari bahwa pihaknya telah dikepung. Para teroris kemudian berlari secara menyebar ke arah pantai. Namun, Tim Cakra Satgultor 81 Kopassus berhasil melumpuhkan para teroris.

Lalu, sebagian teroris diketahui kabur bersama seorang sandera dengan mengendarai jetski. Tetapi, pasukan Denjaka TNI AL telah bersiap sehingga teroris bisa dilumpuhkan dan sandera berhasil diselamatkan.

Dalam simulasi yang melibatkan 500-600 personel tersebut, aparat akhirnya berhasil melumpuhkan seluruh teroris dan menyelamatkan sandera dalam kurun waktu 15 menit.

Simulasi: Pasukan Elite TNI Bebaskan Sandera dalam 15 MenitKSAD Jenderal Andika Perkasa (kedua kiri), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (ketiga kiri), Dankormar Mayjen Suhartono (keempat kanan), dan Kepala BNPT Komjen (Pol) Suhardi Alius, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (9/4). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Suhartono yang dalam hal ini bertindak selaku Direktur Latihan mengatakan simulasi yang digelar tersebut bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan pasukan TNI dalam menghadapi ancaman terorisme.

Ia menyebut simulasi ini menampilkan proses perencanaan hingga eksekusi oleh pasukan Satgultor dalam menanggulangi aksi teror.

"Pasukan ini akan digerakkan setiap saat atas perintah panglima TNI apabila ada kasus-kasus yang nyata," kata Suhartono.

Suhartono menyebut bahwa latihan atau simulasi yang digelar hari ini tak berkaitan dengan pengamanan Pilpres 2019. Sebab, sambung Suhartono, pasukan Satgultor memang selalu melakukan latihan guna menyiapkan diri menghadapi ancaman.

"Tidak berkaitan dengan pengamanan pilpres, sepanjang tahun kita latihan," ujar mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden ini.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)