Golkar Bantah Ada Arahan soal 400 Ribu Amplop Serangan Fajar

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 08:38 WIB
Golkar Bantah Ada Arahan soal 400 Ribu Amplop Serangan Fajar Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Golkar, Dave Akbarshah Laksono (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Golkar, Dave Akbarshah Laksono menegaskan partainya secara institusi tak pernah memerintahkan atau mengeluarkan kebijakan bagi para kadernya untuk menggunakan taktik politik jual-beli suara (money politics) dalam Pemilu 2019 ini.

Hal itu ia sampaikan merespon 'nyanyian' tersangka kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia Bowo Sidik Pagarso yang mengatakan politikus Golkar Nusron Wahid memerintahkannya menyiapkan 400 ribu amplop yang akan digunakan untuk 'serangan fajar".

Dave menyatakan Partai Golkar sendiri telah melarang keras bagi para kadernya untuk menggunakan strategi tersebut demi meraih simpati pemilih di Pemilu 2019.


"Tidak ada perintah atau kebijakan dari partai golkar untuk melakukan money politics. Partai Golkar selalu mendukung demokrasi yang sehat, sehingga kita melarang seluruh elemen parpol, kader untuk melakukan money politics," kata Dave saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (10/4).


Lebih lanjut, Dave menilai pengakuan Bowo Sidik tersebut hanya sekadar klaim yang tak memiliki dasar dan bukti yang kuat. Terlebih lagi, kata dia, Nusron Wahid sendiri telah membantah dirinya tak terlibat dalam polemik serangan fajar tersebut.

Oleh karena itu, Dave meminta agar pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat bersikap profesional untuk mengusut kasus Bowo tersebut secara tuntas dan jelas.

"Hal itu sudah dibantah langsung oleh Nusron bahwa itu tak benar. Makanya saya berharap KPK berlaku secara profesional untuk mengusut semua steatment yang dikatakan dan dikaji oleh fakta kebenaran yang ada," kata dia

Lebih lanjut, putra dari politikus senior Golkar, Agung Laksono itu menyatakan pihaknya masih mengkaji tentang adanya indikasi pencemaran nama baik partai yang dilakukan oleh Bowo terkait pengakuannya tersebut.

Ia pun menyatakan tak menutup kemungkinan bagi Golkar untuk menuntut Bowo bila ditemukan indikasi pidana pencemaran nama baik partai dikemudian hari.

"Takutnya kalau beliau melakukan yang merusak nama partai kita bisa melakukan penuntutan pastinya. Tapi itu masih nanti, kita masih liat dulu, kita masih menunggu dulu hasil penyidikannya seperti apa, soalnya ini baru sepotong doang," kata dia.

Dave mengklaim persiapan Partai Golkar di Pemilu 2019 ini tak terganggu dengan adanya kasus korupsi yang membelit Bowo di KPK. Ia menyatakan bahwa Golkar telah berpengalaman untuk menghadapi situasi yang lebih berat di masa lalu ketimbang sekadar kasus yang menimpa Bowo.

"Ini hanya ya kerikil-kerikil kecil lah, ombak-ombak kecil untuk Golkar. Kita sudah pernah mengalami hal yang lebih berat dan lebih sulit, ini enggak akan berpengaruh [di Pemilu]. Kita targetkan meraih kemenangan di Pileg ini," kata dia.

(rzr/kid)