Hal itu dikatakannya terkait kronologi kejadian Kapal Patroli (KP) Hiu milik kementerian yang dipimpin Susi Pudjiastuti yang diintervensi Kapal Maritim Malaysia di Perairan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pemeriksaan, dia melanjutkan, menunjukan bahwa KM PKFB 1852 berukuran 64.71 Gross Ton (GT) dengan alat tangkap trawl diawaki empat orang, yakni dua warga negara Thailand dan dua warga negara Kamboja.
Sedangkan KHF 1256 berukuran 53.02 GT dengan alat tangkap trawl, diawaki oleh tiga orang warga negara Thailand.
Menurutnya, kedua kapal tersebut tidak memiliki ijin dari Pemerintah Indonesia dan menggunakan alat tangkap yang dilarang. Selanjutnya kedua kapal dibawa ke Stasiun PSDKP Belawan untuk dilakukan proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.
Usai melakukan proses henrikhan, kata Agus, KP Hiu mengidentifikasi kedatangan Kapal Maritim Malaysia jenis kapal cepat (speedboat) dengan nama Penggalang 13 yang bermanuver dan mendekati kapal tangkapan serta K. Hiu di perairan Indonesia pada pukul 12.00 WIB.
Di saat bersamaan, lanjutnya, terlihat juga tiga unit helikopter yang mengitari KP Hiu.
"Permintaan tetap ditolak oleh KP Hiu 08. Selanjutnya setelah negosiasi tidak berhasil, Penggalang 13 serta tiga helikopter meninggalkan KP Hiu kembali ke perairan Malaysia," ujar Agus.
[Gambas:Twitter]
Selanjutnya, dia menambahkan, KP Hiu melanjutkan pelayaran dengan membawa dua unit kapal yang ditangkap tadi ke Stasiun PSDKP Belawan dan tiba pada pukul 21.30 WIB.
Agus mengatakan pihaknya mencegah hal ini terjadi kembali di kemudian hari dengan menggiatkan patroli bersama dengan TNI Angkatan Laut dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di wilayah ZEEI Selat Malaka.
Menurutnya, kehadiran kapal TNI Angkatan Laut dan Bakamla akan mampu menangkal dan melawan segala tindakan yang merupakan rintangan bagi penegakan kedaulatan Indonesia, terutama di wilayah Natuna Utara.
"Diharapkan Pemerintah Malaysia dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah kegiatan illegal fishing yang dilakukan oleh kapal-kapal perikanannya di perairan Indonesia," ucap dia.
[Gambas:Video CNN] (mts/arh)