Ratna soal Tahanan Kota yang Ditolak: Salah Saya Apa Sih?

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 10:01 WIB
Ratna soal Tahanan Kota yang Ditolak: Salah Saya Apa Sih? Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet angkat suara soal penolakan permohonan tahanan kota yang ia ajukan. Ratna menyebut penolakan itu lantaran sudah ada niat untuk menahan dirinya di penjara.

"Kalau saya pikir sih memang mereka enggak akan mungkin memberikan penangguhan, ya memang saya niatnya untuk ditahan, kan," kata Ratna sebelum sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/4).

Ratna yang tiba di PN Jaksel sekitar pukul 08.40 WIB itu pun mempertanyakan kesalahan yang diperbuat hingga mengharuskannya mendekam di balik jeruji besi. Pasalnya, ia beranggapan tidak pernah memberikan berita bohong kepada masyarakat.


"Salah saya apa sih, saya bohong sama anak-anak saya, apa gitu, kenapa gue mesti dipenjara begitu lama," ujarnya.

Lebih lanjut, Ratna menyebut bahwa dirinya tak akan lagi mengajukan permohonan tahanan kota setelah permohonannya tersebut sudah ditolak beberapa kali.

"Capek, lah. Biar, lah," ucap Ratna.

Sebelumnya, Majelis Hakim menolak pengajuan tahanan kota yang diajukan oleh Ratna pada sidang Selasa (9/4) lalu. Terkait permohonan tahanan kota ini Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengajukan diri sebagai penjamin.

"Majelis belum dapat mengabulkan permohonan dengan penjaminan Fahri Hamzah," kata Hakim Joni kepada Ratna.

Hakim juga menyampaikan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) keberatan dengan pengajuan tahanan kota tersebut. Jaksa, kata hakim, keberatan mengingat proses persidangan masih berlanjut.

"Minggu lalu pihak terdakwa sudah mengajukan pengalihan status penahanan dari tahanan menjadi penahanan kota atau tahanan rumah, atas pengajuan tersebut JPU keberatan mengingat proses persidangan," kata Hakim.

Hari ini, Ratna kembali menjalani sidang lanjutan atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang menimpanya. Agenda sidang masih mendengar keterangan dari saksi.

Ada sejumlah saksi yang rencananya dihadirkan oleh jaksa penuntut umum pada hari ini, salah satunya adalah koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.
[Gambas:Video CNN] (dis/wis)