Pelaku Hoaks Server KPU Terdeteksi di Jateng dan Tangerang

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 14:28 WIB
Pelaku Hoaks Server KPU Terdeteksi di Jateng dan Tangerang Karopenmas Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri mendeteksi lokasi keberadaan dua pelaku pembuat hoaks soal server KPU yang telah diatur untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amien di Pilpres 2019.

"Sampai dengan tadi malam, sudah ada dua lokasi yang dicurigai, yang pertama di daerah Jateng, yang kedua daerah Tangerang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (10/4).

Penyidik sendiri telah melakukan identifikasi terhadap dua orang yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) tersebut. Satu orang merupakan pemilik sebuah akun instagram yang diduga pertama kali mengunggah video hoaks. Sedangkan satu DPO lagi adalah orang yang berbicara dalam video hoaks itu.


Saat ini, kata Dedi, keduanya masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian.

"Nanti kalau sudah tertangkap semuanya, dua-duanya langsung ditetapkan jadi tersangka dan ditahan," ujarnya.


Lebih lanjut, disampaikan Dedi, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah kedua DPO yang tengah diburu tersebut saling mengenal atau tidak. Menurut Dedi, hal itu baru bisa diketahui setelah keduanya ditangkap dan menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, polisi telah menangkap dua orang yang diduga menyebarkan hoaks tentang peladen atau server milik KPU yang telah diatur untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Kedua tersangka itu adalah EW yang ditangkap di Ciracas, Sabtu (6/4), dan RD seorang ibu rumah tangga yang ditangkap di Lampung pada Minggu (7/4).

Dedi menjelaskan tersangka EW memiliki sebuah akun twitter bernama @ekowboy dengan jumlah pengikut cukup banyak. Akun twitter itulah yang digunakan pelaku untuk menyebarkan hoaks.


Sedangkan tersangka RD, kata Dedi, memiliki akun Facebook yang digunakan untuk menyebarkan berita bohong dimaksud. RD juga memiliki akun Twitter yang digunakan untuk menyebarkan hoaks serupa.

Penangkapan bermula dari laporan KPU ke Bareskrim Polri pada Kamis (4/4) yang melaporkan akun penyebar berita bohong alias hoaks terkait server lembaga penyelenggara pemilu yang telah diatur untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Informasi bohong itu beredar di media sosial dalam bentuk video dan menyatakan ada mantan staf Jokowi di Solo yang membongkar keberadaan server KPU di luar negeri.

Dalam video disebutkan server yang bermarkas di Singapura telah diatur untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan suara 57 persen. (dis/osc)