PDIP Curigai Kubu 02 Jadi Penggerebek Gambar Jokowi Tercoblos

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 17:12 WIB
PDIP Curigai Kubu 02 Jadi Penggerebek Gambar Jokowi Tercoblos Politikus PDIP Masinton Pasaribu. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mengatakan pihak yang menggerebek surat suara tercoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Malaysia bukan dari Panitia Pengawas Pemilu.

Dia menuding mereka berasal darii kubu pasangan capres-cawapres nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam hal ini dari kalangan Partai Demokrat.

"Yang menggerebek bukan dari panwas [panitia pengawas]. Dari 02, ada dari Partai Demokrat. Orang-orang 02 lah yang menggerebek," kata Masinton kepada wartawan, Kamis (11/4).


Namun begitu, caleg yang akan bertarung di daerah pemilihan (dapil) luar negeri itu mengaku masih mencari tahu dan mengumpulkan informasi berkaitan dengan masalah ini.

Dia juga mengatakan tidak mau berspekulasi lebih jauh terkait masalah ini karena pelaku atau pihak yang bertanggung jawab atas surat suara tercoblos gambar Jokowi-Ma'ruf belum ditemukan hingga saat ini.

"Jadi begini agar spekulasi tidak liar ya saya belum bisa menyatakan, yang jelas faktanya ada surat suara tercoblos. Tapi pelaku belum ada," ucap Masinton.

Sebelumnya, di media sosial beredar penemuan belasan karung surat suara di Kuala Lumpur, Malaysia. Terlihat surat suara telah tercoblos untuk Jokowi-Ma'ruf dan Partai Nasdem.

Menurut Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Malaysia, Wajid Fauzi, dia belum bisa mengkonfirmasi kabar itu.

"Kita belum dapat laporan dari lapangan. Masih diperiksa," kata Fauzi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (11/4).

Fauzi menyatakan anggota PPLN di Kuala Lumpur masih mendalami laporan itu. Dia juga belum mengetahui berapa jumlah surat suara yang sudah tercoblos.

CNNIndonesia.com sudah berusaha mengontak Panitia Pengawas Pemilu di Kuala Lumpur, Yana Azzahra, serta Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana, untuk meminta konfirmasi terkait kejadian ini. Namun, ponsel keduanya tidak bisa dihubungi sampai saat ini. (mts/osc)