Tangkal Hoaks, Jokowi Ajak Pendukung Berpikir Logis

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 17:44 WIB
Tangkal Hoaks, Jokowi Ajak Pendukung Berpikir Logis Capres Jokowi meminta warga berpikir logis demi menangkal hoaks. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Bogor, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengajak pendukungnya berpikir logis tiap kali menerima kabar bohong atau hoaks terkait dirinya. Ia mengaku kecewa masih banyak masyarakat yang percaya dengan sejumlah isu hoaks seperti tuduhan PKI hingga pelarangan azan.

"Logikanya sekali lagi itu harus mikir. Ajak pakai rasionalitas kita. Jangan sampai sembilan juta orang yang percaya hoaks bertambah jadi 15 juta, 20 juta. Tidak logis, tidak nalar," ujar Jokowi saat menyampaikan orasi politik dalam kampanye terbuka di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/).

Jokowi meminta para pendukungnya dapat mengingatkan kerabat maupun tetangga untuk menangkal hoaks tersebut. "Dalam waktu tinggal lima hari lagi jangan sampai masyarakat, rakyat, teman sekampung kita kena fitnah. Ini kewajiban kita meluruskan," katanya.


Berbagai isu hoaks, kata Jokowi, selama ini telah menimpa dirinya. Salah satunya termasuk isu Jokowi antek PKI yang sejak lama digaungkan. Dari hasil survei, lanjutnya, ada sekitar 9 juta orang yang percaya dengan isu tersebut.

"Ini mulai beredar lagi Presiden Jokowi itu PKI. Saya beritahu, PKI dibubarkan '65/'66. Saya lahir '61. Umur saya baru 4 tahun. Masa baru umur empat tahun bisa jadi PKI. Logika enggak masuk itu," katanya.

Sejumlah isu belakangan juga makin marak menyebar di media sosial hingga langsung kepada warga. Jokowi menyebutkan di antaranya isu penghapusan pendidikan agama, pengesahan perkawinan sejenis, hingga larangan azan jika dirinya memenangkan kontestasi pilpres.

"Katanya kalau menang, perkawinan sejenis akan diperbolehkan. Ini sudah enggak karu-karuan. Ada lagi kalau menang akan ada larangan azan, logikanya enggak masuk. Jelas cawapres kita ketua MUI. Siapa pun presidennya tidak berani melakukan tiga hal tadi," tutur Jokowi.

[Gambas:Video CNN] (psp/arh)