Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Taliabu, Sutomo Teapon, mengatakan bahwa setidaknya 500 warga di wilayah sekitar Bobong, ibukota Taliabu, mengungsi ke Desa Ratahaya.
Menurut Sutomo, mereka membawa serta peralatan tidur dan surat-surat berharga saat menuju lokasi pengungsian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BMKG Catat 20 Kali Gempa Susulan di Sulteng |
"Sebagian besar memilih untuk tetap berada di zona yang dianggap aman," ucap Sutomo.
BMKG menyatakan peringatan tsunami yang sebelumnya disampaikan ke masyarakat juga telah berakhir.
Kepala BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan dari sejumlah pengamatan muka air laut di sejumlah daerah dan juga analisis tide gauge, warga dimungkinkan untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
"Peringatan tsunami dinyatakan berakhir. Warga bisa diimbau kembali ke rumah masing-masing," ujar Triyono dalam wawancara via telepon dengan CNNIndonesia TV. (sar/has)