Gempa Sulteng, 500 Warga Taliabu di Maluku Utara Mengungsi

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 22:33 WIB
Gempa Sulteng, 500 Warga Taliabu di Maluku Utara Mengungsi Warga Pulau Taliabu, Maluku Utara, mengungsi ke wilayah perbukitan, Jumat (12/4), karena dampak gempa 6,9 SR yang mengguncang Sulteng sampai ke kabupaten itu. (CNN Indonesia/Sahril Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Pulau Taliabu, Maluku Utara, berbondong-bondong mengungsi ke wilayah perbukitan pada Jumat (12/4) malam karena dampak gempa 6,9 skala Richter yang mengguncang Sulawesi Tengah sampai ke kabupaten itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Taliabu, Sutomo Teapon, mengatakan bahwa setidaknya 500 warga di wilayah sekitar Bobong, ibukota Taliabu, mengungsi ke Desa Ratahaya.

Menurut Sutomo, mereka membawa serta peralatan tidur dan surat-surat berharga saat menuju lokasi pengungsian.


"Saat ini, kami sementara berada di SPBU," ujar Sutomo kepada CNNIndonesia melalui sambungan telepon.
Setelah menerima laporan peringatan dini tsunami dicabut BMKG, pihak BPBD langsung mengimbau warga untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun, warga hingga kini memilih bertahan di lokasi pengungsian.

"Sebagian besar memilih untuk tetap berada di zona yang dianggap aman," ucap Sutomo.

Gempa di Sulteng itu memang terasa berulang kali di Pulau Taliabu hingga membuat warga berhamburan keluar rumah. Warga di desa-desa pesisir pun langsung memutuskan mengungsi ke wilayah perbukitan.
Sementara itu, BMKG memastikan tak ada perubahan muka air laut yang signifikan pascagempa magnitudo 6,9 yang mengguncang perairan Banggai Kepuluan, Sulawesi Tengah.

BMKG menyatakan peringatan tsunami yang sebelumnya disampaikan ke masyarakat juga telah berakhir. 

Kepala BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan dari sejumlah pengamatan muka air laut di sejumlah daerah dan juga analisis tide gauge, warga dimungkinkan untuk kembali ke rumahnya masing-masing. 

"Peringatan tsunami dinyatakan berakhir. Warga bisa diimbau kembali ke rumah masing-masing," ujar Triyono dalam wawancara via telepon dengan CNNIndonesia TV. (sar/has)