Kubu 02 Klaim Terima Laporan Kecurangan di Belanda dan Arab

CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 19:51 WIB
Kubu 02 Klaim Terima Laporan Kecurangan di Belanda dan Arab Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Muzani, mengaku mendapat laporan kecurangan pemilu di Arab Saudi dan Belanda. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subuanto-Sandiaga Uno, Ahmad Muzani, mengaku menerima laporan dugaan kecurangan terkait penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Belanda dan Arab Saudi.

Menurut dia, laporan itu diterima pascapenemuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, beberapa waktu lalu.

"Laporan [kecurangan] yang sekarang kami terima datang dari Belanda, Arab Saudi," kata Muzani di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (13/4).

Dia menerangkan pola dugaan kecurangan itu beragam. Salah satunya, memisahkan pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo-Sandi.

Namun, lanjutnya, pihak BPN tidak langsung mempercayainya hingga saat ini dan masih akan memvalidasi laporan-laporan tersebut demi memastikan kebenarannya.

"Semua laporan harus kami validasi semua laporan harus kami akurasi, harus di-clear-kan dikonfirmasi. Supaya apa? Supaya laporan ini tidak hoaks," ujarnya.

Lebih jauh, Muzani berharap Pemilu 2019 bisa berjalan dengan baik. Ia yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu meminta kedutaan besar dan konsulat Jenderal Indonesia di sejumlah negara tidak terlibat dalam kecurangan dengan memihak salah satu pasangan capres dan cawapres.

"KBRI dan konsulat jenderal tidaklah ikut-ikutan dalam hal penggiringan apalagi pemihakan terhadap para pemilih," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]


(mts/arh)