Tuntut Penyelesaian Kasus Novel, Demo HMI Jatim Sempat Ricuh

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 14:06 WIB
Tuntut Penyelesaian Kasus Novel, Demo HMI Jatim Sempat Ricuh Demo kader HMI Jawa Timur menuntut penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (15/4). (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Unjuk rasa sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur yang menuntut penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di depan Markas Polda Jatim, Surabaya, sempat diwarnai kericuhan.

Pada saat demonstrasi, Senin (15/4) sejak 10.00 WIB, Badan Koordinasi (Badko) HMI Jatim membentangkan poster dan orasi protes.

Kericuhan antara massa HMI dan petugas kepolisian itu dipicu lantaran mahasiswa memaksa masuk ke sisi dalam Mapolda. Mengantisipasi hal itu, gerbang depan Mapolda sempat ditutup sementara. Arus keluar masuk kendaraan menjadi tersendat.


Ketua Umum Badko HMI Jatim Yogi Pratama mengatakan aksi ini adalah bentuk kekecewaan pihaknya lantaran polisi dinilai lamban dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Dua tahun sudah kasus ini ditangani oleh kepolisian, namun hingga saat ini kepolisian masih belum bisa menyelesaikan kasus tersebut," kata Yogi, di sela aksi.

Tuntutan Kader HMI Jatim dalam demo di depan Mapolda Jatim.Tuntutan Kader HMI Jatim dalam demo di depan Mapolda Jatim. (CNN Indonesia/Farid)
Yogi menyebut HMI Jatim pun telah melakukan kajian dengan mendatangkan langsung anggota Ombudsman RI pada hari, Jumat (12/4) malam lalu, tepat di dua tahun peristiwa penyiraman Novel. Hasilnya, ada empat kejanggalan dalam kasus tersebut.

"Yang pertama, terjadinya malaadministrasi dalam penyelidikan. Kedua, pihak kepolisian tidak melakukan olah TKP. Ketiga, barang bukti banyak. Empat, surat perintah penyidikan dan penyelidikan yang tidak memiliki batas waktu," kata dia.

Empat temuan itulah yang kemudian dijadikan pedoman oleh HMI sebagai pertimbangan untuk mengambil sikap tegas, dan memberi peringatan kepolisian, juga termasuk tuntutan dalam aksi ini.

"Jadi maksud kami ke Polda Jatim, Polda harus mendukung gerakan moral kami dengan menandatangani pakta integritas yang sudah kami buat sehingga nanti bisa fax kepada Kapolri," kata dia.

Pihaknya akan menunggu tindak lanjut kepolisian dalam kasus tersebut setidaknya hingga dua bulan ke depan. Jika tidak, HMI Jatim pun meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dicopot dari jabatannya.

"HMI Jatim meminta kepada Polri, dalam waktu kurun dua bulan harus segera menuntaskan kasus ini. Kalaupun tidak nanti Kapolri harus melakukan konferensi pers untuk mengatakan bahwa dirinya ini tidak bisa menyelesaikan kasus Novel Baswedan, dan pada saat itu dirinya harus menyatakan mengundurkan diri dari (jabatan) Kapolri," kata dia.

Peringatan dua tahun kasus Novel Baswedan, di depan gedung KPK, Jakarta, 11 April.Peringatan dua tahun kasus Novel Baswedan, di depan gedung KPK, Jakarta, 11 April. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Beruntung kericuhan tak sampai melebar. Situasi berangsur kondusif lantaran kepolisian telah memanggil perwakilan massa HMI untuk mediasi dan menjelaskan tuntutannya di dalam Mapolda.

Diketahui, kasus penyiraman air keras terhadap Novel sudah berusia dua tahun dan belum ada kejelasan penyelesaiannya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah membentuk tim gabungan khusus untuk menangani kasus Novel di awal Januari 2019. Namun, tim ini belum mengungkap pelaku.

[Gambas:Video CNN] (frd/arh)