Masih Pembantaran, Romi Belum Dipastikan Mencoblos di TPS

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 00:17 WIB
Masih Pembantaran, Romi Belum Dipastikan Mencoblos di TPS Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy berada dalam mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan perdana, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3). ANTARA FOTO/Reno Esnir
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum dapat memastikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi. Tersangka jual beli jabatan di Kementerian Agama itu masih mendapat pembantaran karena sakit yang dideritanya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Romi masih berada di Rumah Sakit Polri dan belum dapat diketahui kapan Romi bisa kembali ke rumah tahanan KPK.

"Sampai hari ini masih pembantaran di RS Polri. Kami belum mengetahui apakah Rabu sudah kembali ke Rutan KPK," kata Febri dalam keterangan tertulis, Senin (15/4).


Febri menjelaskan, Romi termasuk pada 63 orang tahanan KPK yang akan mengikuti pemungutan suara di rutan KPK, tepatnya di K4.


"Namun dari koordinasi dengan pihak panitia TPS 012 Guntur, sekitar 63 orang tahanan KPK akan difasilitasi pemungutan suara di Rutan KPK di K4," ujar Febri.

Sebelumnya diketahui, KPK memfasilitasi 63 tahanan untuk menggunakan hak pilihnya di hari H pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 17 April nanti.

Febri mengatakan 63 tahanan itu berasal dari sejumlah rutan, yakni Rutan K4 KPK, Rutan C1 KPK, dan Rutan Pomdam Jaya Guntur. Febri memastikan proses pemungutan suara para tahanan akan sesuai dengan aturan yang berlaku.


Febri juga mengatakan KPK akan memfasilitasi semua tahanan yang memiliki hak pilih, baik itu pemegang KTP DKI Jakarta, maupun daerah lain.

"Ada yang berdomisili atau KTP di Jakarta, ada juga KTP di daerah itu yang nanti pemungutan suaranya tentu dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya, apakah pemungutan suara itu dilakukan untuk presiden dan wakil presiden, termasuk sampai DPRD itu kan tergantung domisili mereka," katanya.

KPK telah menetapkan Romi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahardi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Tinur Haris Hasanuddin sebagai tersangka suap jual beli jabatan.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

(sas/ain)