Lokasi tersebut juga merupakan Posko Pemenangan Taufik, yang maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD DKI dari Partai Gerindra.
Penangkapan tersebut terjadi Kamis (15/4) pukul 17.30 WIB. Diduga penangkapan tersebut terkait dengan politik uang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang dalam penanganan Gakkumdu Jakut," kata Jufri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/4).
"Proses semuanya yang dilakukan Gakkumdu sampai tahap 2, baru proses persidangan, itu harus cepat prosesnya," ujar Dedi di Mabes Polri, Selasa (16/4).
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Enggaklah, kita enggak mungkin main politik uang, jauhlah dari kita," kata Taufik dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com.
Taufik juga mengirimkan sebuah tulisan berjudul 'Waspada...Gerindra Digoyang.' Taufik tak mencantumkan nama penulis pesan itu.
Dalam tulisan itu, tertulis tentang prediksi kemenangan Prabowo-Sandi dan Gerindra di DKI Jakarta membuat panik. Dengan berbagai macam cara, mereka mulai menyebar isu dan hoaks.
"Lewat hoaks-lah suara Gerindra bisa tergerus. Bukan hanya hoaks ada dugaan indikasi disain untuk memojokan M Taufik sebagai nakhoda Gerindra," demikian tertulis dalam pesan yang dikirimkan Taufik. (dis/ctr/ugo)
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)