Ratna Sarumpaet Akan Nyoblos di Polda Metro Jaya

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 09:23 WIB
Ratna Sarumpaet Akan Nyoblos di Polda Metro Jaya Ratna Sarumpaet menjadi pesakitan di depan meja hijau akibat ulahnya berbohong soal penganiayaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet dan dua tahanan titipan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggunakan hak pilih Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Polda Metro Jaya.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan untuk memfasilitasi hak pilih para tahanan pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyiapkan TPS.

"Di rutan Polda Metro ada dua TPS khusus tahanan Polda untuk mencoblos, sebanyak 538 tahanan yang sudah terverifikasi oleh KPU," kata Barnabas saat dikonfirmasi, Selasa (16/4).


Barnabas menuturkan sebenarnya jumlah tahanan di rutan Polda Metro Jaya ada lebih dari 538 orang. Namun, dari jumlah tersebut, ada yang termasuk tahanan kota dan ada pula yang sudah ditahan di lapas lain.

"Ratna Sarumpaet akan mencoblos di TPS Polda Metro Jaya," ujar dia seperti dikutip dari Antara.


Namun, ia tak menyebut nama dua tahanan tersebut. Dia memastikan kedua tahanan itu telah terdaftar sebagai calon pemilih tetap atau masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Titipan KPK ada dua orang dan keduanya terdaftar sebagai calon pemilih," katanya.

Barnabas menjelaskan untuk waktu pemungutan suara di TPS Polda Metro Jaya sama dengan waktu pemungutan suara di TPS lainnya. Artinya, para tahanan akan diberikan waktu untuk mencoblos dari pukul 07.00 WIB, dan terakhir pendaftaran pemilih pada pukul 13.00 WIB.

TPS tersebut nantinya berlokasi di rutan sebelah gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan dekat gedung Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Barnabas menerangkan kedua TPS itu juga akan dijaga petugas KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara).

Pemilu 2019 akan dilakukan serentak untuk memilih calon legislatif, perwakilan daerah, dan pasangan kepala negara.

Dalam Pilpres 2019, terdapat dua pasangan calon Presiden dan wakil presiden yang bakal bertarung, yakni Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Jokowi-Ma'ruf mendapat nomor urut 01, sementara Prabowo-Sandiaga mendapat nomor 2.

Komisi Pemilihan Umum sendiri menetapkan jumlah pemilih tetap untuk Pemilu 2019 berjumlah sekitar 192 juta pemilih. Pemilih laki-laki secara total, baik di dalam negeri maupun luar negeri, adalah 96.271.476 pemilih. Sedangkan perempuan sebanyak 96.557.044 pemilih.


[Gambas:Video CNN] (dis/kid)