Surat Suara Legislatif di Rutan Labuhan Deli Sumut Belum Tiba
CNN Indonesia
Rabu, 17 Apr 2019 15:46 WIB
Medan, CNN Indonesia -- Sebanyak 971 orang warga binaan di Rutan Labuhan Deli, Provinsi Sumatra Utara, terancam tak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pileg 2019. Surat suara untuk pemilihan anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kota tak kunjung tiba alias kosong.
"Kertas suara untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kota sampai hari ini belum sampai ke kita," kata Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham, Jahari Sitepu, Rabu (17/4).
Dia mengatakan di Rutan Labuhan Deli ada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Berdasar pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu siang pukul 12.00 WIB, pemilih terpaksa menunggu karena surat suara DPRD Provinsi dan DPRD Kota tak kunjung diterima.
"Kita akan lanjutkan nanti, kita menunggu KPU. Mereka bilang akan datang, tapi sampai sekarang belum datang juga surat suaranya. Tentu saja warga binaan kita di sana kecewa," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat meninjau pencoblosan di Lapas Wanita Tanjung Gusta Medan mengatakan KPU Sumut harus dievaluasi. Menurutnya, 50 persen surat suara di Lembaga Permasyarakatan dan Rutan Tanjung Gusta Sumatra Utara tak terdukung.
"Kita di lapas ini begitu besar, hanya kesiapan KPU nanti akan kita evaluasi. Surat suara 50 persen tak terdukung di lapas. Mereka (napi) berteriak-teriak sekarang ini. Ini yang harus kita perhatikan. Padahal motivasi mereka untuk memilih pemimpin sangat tinggi," ujarnya.
Edy Rahmayadi mencoblos bersama isterinya Nawal Lubis dan dua anaknya di TPS 46 Lingkungan 7, Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor, Medan. Edy sempat kesulitan mencoblos akibat ukuran surat suara yang besar.
"Sulit juga ternyata karena kertas suaranya ukurannya besar apalagi nanti pemilihnya orang tua, pasti lebih sulit," ujarnya
Hampir semua pemilih mengeluhkan besarnya surat suara itu. (fnr/pmg)
"Kertas suara untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kota sampai hari ini belum sampai ke kita," kata Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham, Jahari Sitepu, Rabu (17/4).
Dia mengatakan di Rutan Labuhan Deli ada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Berdasar pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu siang pukul 12.00 WIB, pemilih terpaksa menunggu karena surat suara DPRD Provinsi dan DPRD Kota tak kunjung diterima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat meninjau pencoblosan di Lapas Wanita Tanjung Gusta Medan mengatakan KPU Sumut harus dievaluasi. Menurutnya, 50 persen surat suara di Lembaga Permasyarakatan dan Rutan Tanjung Gusta Sumatra Utara tak terdukung.
Edy Rahmayadi mencoblos bersama isterinya Nawal Lubis dan dua anaknya di TPS 46 Lingkungan 7, Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor, Medan. Edy sempat kesulitan mencoblos akibat ukuran surat suara yang besar.
"Sulit juga ternyata karena kertas suaranya ukurannya besar apalagi nanti pemilihnya orang tua, pasti lebih sulit," ujarnya
Hampir semua pemilih mengeluhkan besarnya surat suara itu. (fnr/pmg)