TKN Yakin Tak Ada Mobilisasi Massa Prabowo Usai Quick Count

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 21:51 WIB
TKN Yakin Tak Ada Mobilisasi Massa Prabowo Usai Quick Count Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani meyakini tak akan ada mobilisasi massa besar-besaran dari kubu pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno usai pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di hasil hitung cepat.

"Saya tidak yakin akan ada mobilisasi massa," kata Arsul saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (17/4).

Sebelumnya politikus PAN Amien Rais pernah menyatakan akan mengerahkan people power jika timnya menemukan kecurangan pada penyelenggaraan Pemilu 2019.


Arsul menilai rencana aksi people power ala Amien Rais tersebut tak akan terwujud. Sebab, kata dia, Prabowo sendiri telah meminta kepada pendukungnya untuk tak melakukan sesuatu yang anarkis usai keluar hasil hitung cepat.

"Pak Prabowo telah meminta kepada seluruh elemen pendukungnya untuk tetap tenang, tidak melakukan hal yang anarkis," kata dia

Politikus PPP itu lantas mengimbau kepada kubu Prabowo-Sandiaga Uno untuk melaporkan segala tindak kecurangan pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan melampirkan data pendukung yang objektif ketimbang memobilisasi massa.

Arsul berkata kecurangan bisa saja memang terjadi. Namun yang perlu dilakukan adalah menyikapinya sesuai aturan atau lembaga yang telah dibentuk.

"Kan salurannya sudah ada. Tetapi kami tidak melihat sebuah ketidakteraturan yang TSM, terstruktur sistematis dan masif, itu tidak ada," kata dia.

Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil quick count Pilpres dan Pileg sejak pukul 15.00 WIB. Hingga pukul 20.00 WIB, lembaga seperti Litbang Kompas, CSIS, LSI Denny JA, dan Indikator Politik menempatkan Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hitung cepat Litbang Kompas dengan total data masuk 87,75 persen hingga pukul 19.59 WIB mencatat Jokowi-Ma'ruf meraih 54,49 persen suara, Prabowo-Sandi 45,51 persen.

Sementara quick count Indo Barometer dengan total data masuk 93,67 persen mencatat Jokowi-Ma'ruf meraih 54,35 persen dan Prabowo-Sandi 45,65 persen.

Jokowi-Ma'ruf juga unggul berdasarkan quick count dari LSI Denny JA dengan total data masuk 97,45 persen. Paslon nomor urut 01 itu meraih 55,38 persen dan Prabowo-Sandi 44,62 persen.

Hasil hitung cepat berasal dari survei dan bukan hasil perhitungan resmi. Jumlah suara resmi tetap menunggu perhitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan Umum.

Arsul menekankan TKN Jokowi-Ma'ruf akan memfokuskan untuk mengawasi proses perhitungan suara mulai dari TPS hingga tingkat pusat.

Hal itu bertujuan agar suara yang diterima Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 tak hilang akibat kesalahan yang bersifat teknis maupun dugaan kecurangan.

"Tentu kami mengawal dulu di TPS setelah itu di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, tentu nanti berujung di KPU. Itu proses-proses yang memang harus kami kawal," kata dia. (rzr/wis)