Kepala Media dan Komunikasi Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, John Nickell, menyampaikan pengalamannya berkeliling ke beberapa TPS hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyampaikan pemilu di Indonesia sangat besar dan rumit. Satu-satunya negara yang bisa menyaingi Pemilu 2019 Indonesia adalah India yang memiliki 900 juta pemilih.
"Kita menyaksikan pemungutan suara di TPS lokal di mana masyarakat umum memperlihatkan minat tinggi, partisipasi, dan cara penghitungan suara diadakan secara transparan," ujarnya.
KPU menyelenggarakan Election Visit Program untuk menghadirkan 208 orang pemantau dari luar negeri. Program ini telah dilakukan sejak Pemilu 2004.
Tercatat ada perwakilan dari Kedutaan Besar Pakistan, Malaysia, Singapura, Jerman, Amerika Serikat, Sri Lanka, Inggris, Uni Eropa, Jepang, Denmark, Finlandia, Selandia Baru, Swiss, Belanda, Irlandia, Belgia, Australia, Prancis, Polandia, Norwegia, Kanada, Swedia, Ethiopia, Mozambik, Somalia, Nigeria, Zimbabwe, Rusia, Hungaria, Italia, Filipina serta Brunei Darussalam.
Sementara penyelenggara pemilu atau KPU dari negara lain yang ikut adalah Union Election Commission of Myanmar, Election Commission of Malaysia, National Electoral Commission of Timor Leste, Department of Elections Sri Lanka, Election Commission of Bhutan, Election Commission of Nepal, Central Election Commission of Uzbekistan, Election Commission of Pakistan, Election Commission of Russia, Election Commission of Bangladesh, Election Commission of Afghanistan.
NGO dalam negeri antara lain Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Indonesia Corruption Watch (ICW), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Indonesian Parliamentary Center (IPC), Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) serta Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca). (dhf/wis)