Kelelahan Jaga TPS, Anggota Linmas di Lumajang Meninggal

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 19/04/2019 20:59 WIB
Kelelahan Jaga TPS, Anggota Linmas di Lumajang Meninggal Ilustrasi anggota Linmas. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) bernama M Solikin (46) yang melakukan penjagaan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 24 Desa Pulo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur meninggal dunia setelah menjaga TPS pemilu 2019 setempat.

"Memang benar anggota Linmas warga Dusun Gumukmas, Desa Pulo, Kecamatan Tempeh meninggal dunia dan kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam karena beliau meninggal saat bertugas menjaga TPS," kata Komisioner KPU Jember M. Ridhol Mujib, di Lumajang, Jumat (19/4) dikutip dari Antara.

Berdasarkan laporan Polsek Tempeh, M. Solikin mengeluh pusing setelah berjaga di TPS 24 karena kelelahan pada Rabu (17/4). Tidak lama kemudian, dia pingsan dan dibawa ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Gesang. Namun, nyawanya tidak tertolong saat tiba di puskesmas.


"Berdasarkan informasi yang kami terima, anggota Linmas yang meninggal tersebut karena kelelahan hingga mengalami sesak napas dan mengembuskan napas terakhirnya saat dibawa ke puskesmas," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dan KPU Lumajang pun memberikan uang santunan kepada pihak keluarga anggota Linmas yang meninggal tersebut di Desa Pulo, Kecamatan Tempeh.

"Kami memberikan tali asih kepada keluarganya dan mengucapkan ikut berduka cita atas meninggalnya almarhum sebagai anggota Linmas yang menjaga TPS 24 di Desa Pulo," katanya.

Selain anggota Linmas yang meninggal, lanjut dia, Rivan Ade Mahendra yang merupakan ketua panita pemungutan suara (PPS) Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, Lumajang, jiga dikabarkan tidak sadarkan diri atau pingsan dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wijaya Kusuma.

Hal itu terjadi setelah dia mengantar kotak suara ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada Kamis (18/4).

"Setelah mendengar kabar anggota PPS pingsan akibat kelelahan, kami langsung menjenguknya di rumah sakit karena proses pemungutan suara memang memakan waktu yang lama, sehingga menguras tenaga dan pikiran," kata Ridhol Mudjib.

Ia mengimbau penyelenggara pemilu di tingkat desa dan kecamatan untuk menjaga kondisi kesehatannya dan tidak lupa makan agar staminanya tetap terjaga saat melakukan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan.

[Gambas:Video CNN] (arh)