TKN Sindir Kubu Prabowo yang Amini Quick Count di Hasil Pileg

CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 05:21 WIB
TKN Sindir Kubu Prabowo yang Amini Quick Count di Hasil Pileg Sekjen Hasto Kristianto merasa ironis dengan sikap kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan partai pengusung yang berbeda pandangan soal hasil hitung cepat. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen PDIP yang juga sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto merasa ironis ketika kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tidak mengakui hasil quick count lembaga survei.

Ironi muncul karena di saat Prabowo menolak mengakui hasil hitung cepat tersebut, justru parpol pengusungnya mengakui hitung cepat untuk penghitungan hasil pemilihan anggota legislatif.

Diketahui, Prabowo tidak mengakui quick count lembaga survei. Namun di saat bersamaan, PKS  justru menggunakan hasil quick count lembaga survei untuk melihat hasil pileg mereka.


"Kami lihat situasi sekarang. Parpol pendukung Prabowo-Sandi mengakui quick count parpolnya. Sungguh ironis ketika pilpres tidak diakui," ucap Hasto di Kantor DPP PDI perjuangan, Jakarta, Jumat (19/4).


Hasto meminta semua pihak agar konsisten dalam menyikapi perkembangan situasi selama penghitungan suara dilakukan oleh KPU. Menurutnya, sikap berbeda dalam menyikapi hasil pilpres dan pileg oleh kubu Prabowo tidak patut ditunjukkan.

"Ini sangat ironis. Maka mari bersikap konsisten," imbuh Hasto.

Hasto lantas menyinggung sikap Prabowo kala Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Saat itu, lanjut Hasto, Prabowo mengakui penghitungan cepat atau quick count lembaga - lembaga survei ketika Anies Baswedan - Sandiaga Uno dinyatakan unggul sementara atas Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat.

Menurut Hasto, sikap Prabowo saat ini cenderung terbalik menjadi tidak ingin mengakui hasil quick count lembaga - lembaga survei.

[Gambas:Video CNN]

"Pak Prabowo saat pilkada DKI yang memenangkan Anies dan Sandi saya kira juga menggunakan quick count," tutur Hasto.

Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya tidak mengakui hasil penghitungan cepat mayoritas lembaga survei yang dipublikasikan media massa. Dia merasa unggul sementara atas Jokowi - Ma'ruf berdasarkan penghitungan internal.

Bahkan, Prabowo sempat bersujud syukur untuk merayakan kemenangan dalam Pilpres 2019. Tidak ketinggalan, Prabowo juga telah mendeklarasikan diri bersama Sandiaga Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019 - 2024.

"Pada hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandi mendeklarasikan kemenangan presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024 berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen dan C1 yang telah kami rekapitulasi," kata Prabowo di Kartanegara, kebayoran Baru, Kamis (18/4).

(bmw/agt)