Kabar Kabur Pertemuan Prabowo-Jokowi usai Pilpres

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 11:18 WIB
Kabar Kabur Pertemuan Prabowo-Jokowi usai Pilpres Prabowo disebut menolak utusan Jokowi yang hendak mengagendakan pertemuan usai Pilpres. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prabowo Subianto disebut menolak keinginan Joko Widodo bertemu. Pertemuan itu sendiri seharusnya terjadi segera setelah Pemilu 2019 Rabu (17/4) lalu.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Yusuf Muhammad Martak tidak sepenuhnya membantah kabar penolakan Prabowo atas pertemuan itu. Dia hanya menduga alasan Prabowo menolak bertemu adalah karena merasa tidak ada keperluan yang perlu dibicarakan.

"Menolak jumpa mungkin karena tidak ada keperluan yang diperlukan dalam pertemuan tersebut," tutur Yusuf saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu pagi (20/4).
Yusuf, yang juga Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, termasuk orang yang berada di dekat Prabowo sejak hari pemungutan suara. Dia selalu tampak ketika Prabowo dan petinggi BPN lainnya menggelar konferensi pers dan mengklaim kemenangan.


CNNIndonesia.com mencoba menghubungi Direktur Kampanye BPN yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono untuk mengonfirmasi kabar penolakan Prabowo bertemu Jokowi. Sugiono juga termasuk orang yang berada dekat Prabowo sejak hari pemungutan suara.

Namun ia hanya mengatakan tidak ada utusan yang datang hingga Jumat (19/4). "Enggak ada [utusan Jokowi]," tutur Sugiono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat sore (19/4).


Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pun tidak merespons ketika dimintai konfirmasi kebenaran kabar tersebut. Dia hanya membaca pesan WhatsApp yang dikirim CNNIndonesia.com.

Terpisah, Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto tidak memberikan jawaban tegas soal utusan yang dikirim Jokowi demi mengagendakan pertemuan dengan Prabowo. Dia juga enggan membeberkan siapa orang yang diutus.

"Bukan saya," tutur Hasto lalu tertawa, saat ditemui di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Jumat siang (19/4).


Jokowi yang merupakan calon presiden nomor urut 01 mengatakan ia mengutus seseorang untuk mengagendakan pertemuan dengan lawannya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo, saat menggelar konferensi pers sehari setelah Pilpres.

"Tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau [Prabowo]. Agar kita bisa berkomunikasi," kata Jokowi di Resto Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).

Tak lama kemudian, Prabowo juga menggelar konferensi pers. Dia, bersama Sandiaga Uno dan petinggi Badan Pemenangan Nasional mendeklarasikan kemenangan. Saat ditanya soal utusan Jokowi, Prabowo mengatakan belum ada yang datang.


"Belum, belum ada. Belum belum," tutur Prabowo usai deklarasi kemenangan berdasarkan real count pihaknya, di Jalan Kertanegara, Jakarta, di hari yang sama, Kamis (18/4).

Tersiar kabar bahwa sebetulnya sudah ada orang yang berupaya mempertemukan Jokowi dengan Prabowo selekas mungkin. Dia adalah Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir yang juga teman karib Sandiaga Uno, cawapres yang digandeng Prabowo.

Info yang beredar, Erick menghubungi Sandi, yang merupakan kawan lamanya, lewat sambungan telepon pada Kamis (18/4). Erick mengatakan kepada Sandi bahwa Jokowi ingin bertemu dengan Prabowo. Sandi lantas menyampaikan pesan Erick kepada Prabowo. Namun, kalimat penolakan yang diterima.


[Gambas:Video CNN] (bmw/rsa)