Said Aqil Imbau Umat Islam Tunjukkan Berdemokrasi yang Baik

CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 06:55 WIB
Said Aqil Imbau Umat Islam Tunjukkan Berdemokrasi yang Baik Calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto mengumumkan kemenangannya dari hasil realcount internal menang 62% dari 320 ribu TPS seluruh Indonesia untuk paslon Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jakarta, Rabu 17 April 2019. Pengumuman kemenangan tersebut disambut gempita oleh massa pendukung Capres-Cawapres 02 di Kertanegara CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siroj meminta kepada masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa umat Islam dapat berdemokrasi dengan baik. Hal itu disampaikan Said di markas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Jumat (17/9).

"Terutama umat Islam agar mampu menunjukkan kepada dunia internasional, kami bisa berdemokrasi, kami sukses berdemokrasi," kata Said.

Ia mengatakan demokrasi tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah agama Islam. Bahkan, kata dia, Islam dengan demokrasi justru saling memperkuat satu sama lain.


"Karena Islam tidak bertentangan dengan demokrasi, demokrasi tidak bertentangan dengan Islam bahkan saling memperkuat," katanya.

Said Aqil: Tunjukkan kepada Dunia Berdemokrasi yang BaikSaid Aqil Siroj. (CNN Indonesia/Hesti Rika)



Said menjelaskan dalam Islam dikenal istilah bermusyawarah. Bahkan, bermusyawarah dianjurkan dalam Islam untuk menyelesaikan berbagai masalah. Hal itu, lanjut dia justru menepis anggapan demokrasi bertentangan dengan Islam.

"Jangan sampai ada pemahaman yang sangat dangkal, pemahaman yang sangat tekstual bahwa demokrasi itu bertentangan dengan Islam karena tidak ada zaman nabi, zaman Khulafaur Rasyidin," ujar Said.

Lebih lanjut, Said menjelaskan demokrasi sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Hanya saja cara di zaman nabi berbeda dengan demokrasi di zaman sekarang.

"Tapi pada hakikatnya demokrasi disinggung dengan Alquran dan dijalankan oleh Nabi Muhammad, para sahabat Khulafaur Rasyidin selalu bermusyawarah, selalu mengambil suara terbanyak dan itu sudah berjalan sejak 15 abad yang lalu," kata Said.


Sebelumnya, sebagai ketua umum PBNU, Said juga mengimbau kepada para nahdliyin (warga NU) agar tak merayakan atau mengikuti syukuran kemenangan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

"Kalau [syukuran], kemenangannya belum. Jangan dulu lah, sampai KPU (Komisi Pemilihan Umum) mengumumkan [hasil resmi]," kata dia, usai melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di Surabaya, Jumat (19/4).

Said menyarankan agar masyarakat dapat bersabar untuk menunggu hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilu yang dilakukan oleh KPU sebagai satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan.

[Gambas:Video CNN] (sah/ain)