Situs Diblokir, Aplikasi Jurdil 2019 Masih Bisa Diakses

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 06:23 WIB
Situs Diblokir, Aplikasi Jurdil 2019 Masih Bisa Diakses Apllikasi Jursil 2019 masih bisa diakses pada Minggu (21/4) sore. (Screenshot via Aplikasi Jurdil 2019)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengelola situs hitung suara pemilu, Jurdil 2019, Kelana Budi Mulia memastikan perangkatnya tetap dapat diakses melalui aplikasi maupun web browser di telepon seluler.

Sementara situs jurdil2019.org telah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika atas permintaan Bawaslu. Situs itu diduga telah menyalahgunakan izin yang diberikan dengan mempublikasikan hasil hitung cepat Pilpres 2019.

"Situs kami telah diblokir secara sepihak tanpa sepengetahuan kami. Tapi aplikasi masih jalan dan bisa juga melalui browser dengan VPN," ujar Budi melalui tayangan langsung akun YouTube Bravos Radio Indonesia yang diakses, Minggu (21/4).


Dari hasil penelusuran CNNIndonesia.com hingga Minggu (21/4) sore, situs jurdil2019.org memang tak dapat diakses. Waktu tunggu untuk membuka situs tersebut cukup lama dan berakhir dengan kalimat 'this site can't be reached'.


CNNIndonesia.com pun mencoba menggunakan aplikasi Jurdil 2019 dengan mengunduh melalui App Store. Aplikasi itu terunduh dengan cepat dan dapat langsung digunakan.

Pada halaman pertama aplikasi, pengguna langsung diminta untuk registrasi menggunakan nomor KTP, nomor ponsel, dan kata sandi.

Usai mengisi data tersebut, pengguna langsung bisa masuk ke beranda. Di halaman utama itu terdapat pilihan laporan untuk memasukkan data perhitungan suara, lapor C1 plano, lapor pelanggaran, data draft, dan berita. Sama sekali tak ada tampilan hitung cepat dalam aplikasi tersebut.

Sementara di bagian atas beranda terdapat beberapa gambar iklan dan foto capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


Setiap pengguna bisa memasukkan data ke aplikasi Jurdil 2019. Begitu pula CNNIndonesia.com saat memasukkan data secara asal terkait jumlah perolehan suara masing-masing paslon di tiap provinsi dalam opsi perhitungan suara.

Jumlah suara yang dimasukkan meliputi jumlah suara sah dan tidak sah hingga didapatkan total suara. Jumlah suara itu kemudian dikirim dengan opsi 'kirim data'. Setelah terkirim, muncul tulisan 'data berhasil dikirim'.

Situs Diblokir, Aplikasi Jurdil 2019 Masih Bisa DiaksesAplikasi Jurdil 2019 masih bisa diakses pada Minggu (21/4). (Screenshot via Aplikasi Jurdil 2019)
Hanya saja tak ada proses verifikasi untuk menguji validitas jumlah suara yang dimasukkan oleh pengguna. Sebab, para pengguna bisa memasukkan data sembarangan terkait jumlah surat suara di sebuah TPS.

CNNIndonesia.com mencoba memasukkan jumlah suara di salah satu TPS di Jakarta secara asal. Data itu pun tetap berhasil dikirim.

Selain pada opsi perhitungan suara, pengguna juga dapat memasukkan jumlah suara pada bagian lapor C1 plano. Bagian ini tak berbeda jauh dengan laman perhitungan suara, hanya saja dilengkapi dengan unggahan gambar C1 yang dihitung di tiap TPS.


Pengguna juga dapat melaporkan pelanggaran dalam pemilu pada opsi lapor pelanggaran. Pada bagian tersebut, pengguna dapat memilih jenis pelanggaran mulai dari intimidasi, menghalangi pemilih, mengubah hasil perhitungan suara, merusak surat suara, hingga money politics.

Pengguna juga bisa memilih pada tahapan apa kecurangan itu terjadi lengkap dengan lokasi, nomor TPS, deskripsi. Bukti pelanggaran juga dapat diunggah melalui pilihan foto atau video.

Meski telah diblokir, Budi menyatakan proses verifikasi pemilu tetap berjalan. Pengguna tetap dapat memasukkan data walaupun situs jurdil2019.org diblokir.

"Meski diblokir kita masih punya channel sehingga masyarakat bisa masukkan informasi. Insyaallah beberapa hari setelah diblokir kita bisa tampilkan dalam alternatif yang lain," ucapnya.

Situs Jurdil 2019 sebelumnya menyebut capres Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2019. Pengelola situs mengklaim telah mengajukan izin ke Bawaslu sebagai lembaga pemantau pemilu atas nama PT Prawedanet Aliansi Teknologi. 

(psp/pmg)