Kasus Suap Romi, KPK Periksa Sekjen DPR

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 15:49 WIB
Kasus Suap Romi, KPK Periksa Sekjen DPR Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama. Indra diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Senin (22/4).

Pemeriksaan Indra kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya Indra dipanggil KPK pada tanggal 4 April dan 10 April 2019 namun ia berhalangan hadir.


Dalam kasus ini, KPK menetapkan Romi sebagai tersangka bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Suap SPAM, KPK Periksa Anggota BPK

Sementara itu pada hari ini KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Rizal Djalil dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Rizal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Senin (22/4).

Sebagai informasi dalam kasus dugaan suap proyek SPAM ini, KPK telah menetapkan delapan tersangka. Empat tersangka di antaranya sudah dilimpahkan ke pengadilan.

Keempatnya, yakni Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.

Sementara itu, pihak yang diduga sebagai penerima suap adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin. (sas/osc)