Data Kependudukan Bermasalah, 15 Napi Sukamiskin Tak Nyoblos

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 14:37 WIB
Data Kependudukan Bermasalah, 15 Napi Sukamiskin Tak Nyoblos Suasana mencoblos di Lapas Sukamiskin, Rabu (17/4). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung, CNN Indonesia -- Sebanyak 15 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Sukamiskin, Bandung, dipastikan tidak mencoblos pada Pemilu 2019 karena bermasalah dalam hal administrasi kependudukannya.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin Bandung, Tejo Herwanto mengatakan, jumlah penghuni Lapas Sukamiskin yang tercatat sebanyak 480 warga binaan.

Sementara, jumlah pemilih di lapas ini sebanyak 465 warga binaan. Itu terdiri dari 187 warga binaan yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) dan 278 warga binaan yang masuk daftar pemilih khusus (DPK).


Menurut Tejo, ke-15 napi yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tersebut, lantaran terkendala masalah administrasi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang bermasalah.

"Tidak terdeteksi Disdukcapil atau NIK bermasalah sebanyak 15 orang," kata Tejo di Lapas Sukamiskin Bandung, Rabu (17/4).

Terpidana kasus korupsi Setya Novanto menggunakan hak pilihnya.Terpidana kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto menggunakan hak pilihnya. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Selain tidak terdeteksi, lanjut dia, ada juga yang sudah melakukan perekaman tapi tidak terdaftar.

Sementara itu, dari 131 orang jumlah petugas lapas sukamiskin, 88 orang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan DPTb.

Adapun jumlah DPTb dan DPK warga binaan dan petugas sebanyak 553 orang, para pemilih baik warga binaan dan petugas lapas ini mencoblos di dua tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan di Lapas Sukamiskin yaitu TPS 065 dan TPS 075.

Dengan alokasi surat suara di TPS 065 dan 075 sebanyak 573, maka sisanya 20 surat suara.

Pantauan di lokasi, tampak sejumlah napi menggunakan hak pilihnya. Di antaranya mantan Bupati Bandung Barat Abu Bakar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, mantan Menteri ESDM Jero Wacik, dan eks Ketua DPR Setya Novanto.

Selain itu tampak juga napi kasus pencucian uang Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dan napi kasus suap proyek di Bakamla Fahmi Darmawansyah.

[Gambas:Video CNN] (hyg/arh)