"Tentu maksudnya adalah untuk merespons perkembangan keadaan sekarang supaya bisa membantu merukunkan warga bangsa kita sesudah pilpres," jelas Jimly saat ditemui di kantor ICMI, Kalibata, Jakarta Selatan.
Ormas Islam yang disebut Jimly akan datang di acara tersebut mencakup Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Dewan Dakwah, ICMI, dan sejumlah organisasi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya adalah kita punya rasa peduli yang sama, jangan membiarkan ini makin tegang. Apalagi capres yang 01 dan 02 sudah saling klaim, paling tidak selain capresnya, timsesnya juga makin saling mengklaim-klaim," imbuhnya.
"Supaya semuanya nanti harus diarahkan pada proses mekanisme kelembagaan yang sudah tersedia, jangan dibawa ke ranah politk massa atau people power," pungkasnya.
Upaya rekonsiliasi sebelumnya sudah disampaikan oleh sejumlah tokoh dan lembaga keagamaan. Mereka meminta masing-masing kubu untuk menahan diri agar terjadi rekonsiliasi.
Mereka di antaranya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Wakkil Ketua Umum PBNU Zainut Tauhid, Uskup Agung Jakarta Ignasius Suharyo, Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen bin Smith, hingga Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
[Gambas:Video CNN] (bin/ain)