Hanura Terancam Gagal Lolos, Wiranto Minta Introspeksi

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 00:33 WIB
Hanura Terancam Gagal Lolos, Wiranto Minta Introspeksi Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto menyoroti anjloknya suara Partai Hanura di Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengatakan terdapat perjuangan yang salah sehingga membuat Hanura terancam gagal mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Wiranto menyebut kesalahan tersebut harus menjadi introspeksi.

"Kalau dulu lolos sekarang enggak lolos (ke DPR) berarti perjuangannya ada yang salah. Nah itu ada yang kurang tinggal dintrospeksi lagi," kata Wiranto usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/4).

Wiranto tak merinci kesalahan apa yang dilakukan sehingga Hanura terancam gagal mengamankan kursi di Senayan. Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, perolehan suara Hunara hanya di atas satu persen.


Perolehan suara tersebut jauh dari parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Hanura pun terancam gagal lolos ke DPR.


Namun demikian Wiranto menganggap kalah dan menang merupakan hal yang biasa. Menurut Wiranto, ada waktunya Hanura masuk dalam kontestasi nasional dan ada waktunya harus tersisih dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menuturkan bahwa Hanura didirikan pada 2006. Saat mengikuti Pemilu 2009, Hanura lolos. Kemudian, kata Wiranto Hanura lolos kembali saat gelaran Pemilu 2014.

"Karena kita punya strategi yang pas. Kalau kemudian 2019 enggak lolos ya enggak ada masalah, karena parpol itu momen perjuangan, perjuangan secara kolektif kan," ujarnya.


Wiranto menolak anggapan kegagalan Hanura memperoleh suara untuk lolos ke DPR karena konflik internal yang sempat mencuat pada tahun lalu. Ia pun tak menjawab tegas apakah akan 'turun gunung' menyelamatkan Hanura yang terancam kehilangan kursi di DPR.

Wiranto mengatakan masih menunggu evaluasi yang dilakukan DPP Hanura terkait perolehan suara pada Pemilu 2019. Menurutnya, dari evaluasi tersebut akan diketahui masalah yang menghambat Hanura meraih suara melebihi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

"Kita tunggu yah kan mau dievaluasi. Kita persilakan nanti DPP Hanura untuk mengalkulasi, mengevaluasi. Nanti dari sana kan menemukan hal-hal yang kira-kira menghambat partai ini untuk bisa lolos PT (parliamentary threshold)," kata mantan ketua umum Hanura itu.

(fra/ain)