Aksi Massa Desak Bawaslu Nyatakan Pemilu 2019 Curang

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 14:26 WIB
Aksi Massa Desak Bawaslu Nyatakan Pemilu 2019 Curang Puluhan massa menggelar aksi protes di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan massa menggelar aksi protes di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jakarta, Rabu (24/4). Mereka menganggap banyak kecurangan terjadi selama Pemilu 2019.

Atas dasar itu, massa meminta Bawaslu agar menyatakan bahwa Pemilu 2019 sarat dengan kecurangan. Mereka menganggap saat ini hanya Bawaslu yang dapat menampung protes.

"Kami meminta Bawaslu agar menyatakan Pemilu 2019 banyak kecurangan," tutur seorang pria lewat pengeras suara dari atas mobil komando di depan kantor Bawaslu.


"Saluran yang baik adalah Bawaslu. Hanya satu di Indonesia. Satu -satunya lembaga yang kita percayai saat ini," lanjutnya.

Massa yang hadir di depan Bawaslu didominasi oleh kalangan wanita atau emak-emak. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan 'tolak pemilu curang'.

"Kita buktikan Bawaslu masuk dalam jaringan setan atau tidak," ucap seorang orator.

Selain diisi orasi-orasi berisi protes, aksi juga diselingi momen bernyanyi bersama. Massa menyanyikan lagu tentang polisi yang harus menjaga netralitas selama tahapan Pemilu 2019.

Emak-emak begitu antusias melantunkan lagu tersebut. Beberapa dari mereka menunjuk-nunjuk anggota polisi yang berjaga di pintu gerbang Kantor Bawaslu.

"Pak polisi mengayomi. Bukan ikut berkompetisi," bunyi penggalan lagu yang dinyanyikan massa.

Selama aksi lalu Jalan MHThamrin di depan kantor Bawaslu tidak ditutup. Namun, lalu lintas menjadi tersendat. Banyak pula warga yang menonton aksi massa dari atas jembatan penyeberangan. 
Aksi Massa Desak Bawaslu Nyatakan Pemilu 2019 Curang Juru Kampanye Nasional BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ansufri Idrus Sambo di sela aksi di depan kantor Bawaslu. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).

Tuding Komunis di Balik Kecurangan


Pria yang bicara lewat pengeras kemudian melanjutkan orasinya. Dia menuding bahwa kecurangan Pemilu 2019 erat dengan paham atheisme dan komunisme. Menurutnya, hanya penganut paham atheis dan komunis yang berani merenggut kedaulatan rakyat yang mewarnai pemilu dengan kecurangan.

"Ada anasir-anasir atheis dan komunis di balik mereka sehingga tega membajak kedaulatan rakyat. Oleh karena itu kita harus melawan," ucap pria tersebut.

Dia melanjutkan bahwa kecurangan terjadi di berbagai sektor. Tidak hanya dalam proses penghitungan suara atau penginputan data oleh KPU, tetapi juga sudah diatur sedemikian rupa sejak masa kampanye.

Menurutnya, ada penggiringan opini melalui lembaga-lembaga survei yang menerbitkan hasil survei elektabilitas Jokowi lebih unggul dibanding Prabowo. Dilanjut dengan maraknya kecurangan jelang pemungutan suara. Misalnya ketika ada surat suara tercoblos kolom Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kita meminta Bawaslu agar menyatakan bahwa pemilu ini curang!" pekik orator.

Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang ikut aksi, Ansufri Idrus Sambo mengatakan pihaknya membawa sejumlah bukti kecurangan. Dia berharap perwakilan massa bisa memberikannya kepada komisioner Bawaslu.

"Jadi ini audiensi. Kita bawa bukti-bukti," kata Sambo.

Sambo mengamini bahwa dirinya bagian dari tim kampanye Prabowo-Sandi. Namun hari ini, dia mengklaim membawa banyak massa dari berbagai kalangan. Baik dari pendukung Prabowo-Sandi, pendukung Jokowi-Maruf serta kalangan independen yang tidak terafiliasi dengan paslon tertentu. (bmw/osc)