"Kita harusnya memberikan penghargaan dan apresiasi pada KPU, Bawaslu, dan petugas keamanan yang telah melakukan pekerjaan besar dan berat. Sampai saat ini sudah ada 139 orang yang meninggal," ujar Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (24/4).
Wiranto menyayangkan sikap sejumlah pihak yang menuding kecurangan pada pemerintah dan KPU serta Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk melanjutkan keterbukaan dan kenetralannya, KPU telah melakukan penghitungan secara transparan yang perkembangannya dapat diakses setiap saat," ucapnya.
Sebelumnya, KPU pada Selasa (23/4) petang mencatat ada 119 petugas KPPS meninggal dunia saat bertugas dalam penyelenggaraan pemilu.
"Berdasarkan data yang kami himpun hingga pukul 16.30 WIB, petugas kami yang mengalami kedukaan ada 667 orang. Sebanyak 119 meninggal dunia, 548 sakit, tersebar di 25 provinsi," kata Komisioner KPU Viryan saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (23/4).
Petugas pemilu yang tewas disebabkan beragam hal. Faktor utamanya adalah kelelahan. Viryan berkata sistem menyerentakkan lima jenis pemilu sangat baik bagi sistem presidensial. Namun, beban kerja untuk petugas di lapangan begitu berat.
Pemilu serentak yang merenggut banyak korban jiwa langsung direspons dengan dorongan evaluasi sistem pemilu.
Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang serentak antara pileg dan pilpres menimbulkan beragam masalah, salah satunya ratusan petugas KPPS meninggal dunia akibat kelelahan bekerja. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun diminta harus segera dilakukan secepatnya, tak perlu ditunda-tunda.
Menurut Hadar, sistem pemilu dengan begitu banyaknya calon tentu hanya akan menambah beban kerja para penyelenggara pemilu, khususnya para petugas di TPS dan petugas penghitungan suara.
"Kalau memang kesimpulannya beban kerja berat ini karena sistem pemilu yang terlalu rumit, kita ubah sistemnya," katanya.
"Sistem yang sekarang membuat kita harus memilih banyak calon. Jadi misalkan calonnya diturunkan dari 12 atau 10 menjadi 6 calon saja. Itu kan dapat mengubah struktur surat suara dan mengurangi beban kerja penyelenggara," ujar Hadar.
[Gambas:Video CNN] (psp/wis)